Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 19:02 WIB

Menkes Minta Rumah Sakit Evaluasi Layanan untuk Tekan Kematian Bayi

Author

Tangkapan layar - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam kegiatan World Patient Safety Day (WPSD) 2025 di Jakarta, Selasa (19/8/2025). (Sean Filo Muhamad)

JAKARTA- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya angka kematian bayi baru lahir di Indonesia dan meminta seluruh rumah sakit melakukan perbaikan layanan.

Dalam peringatan World Patient Safety Day 2025, Menkes mengungkapkan bahwa sekitar 92–94 persen kasus kematian bayi terjadi di rumah sakit, bukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Ia membandingkan situasi Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang memiliki angka kematian bayi jauh lebih rendah.

Budi menyebut bahwa penyebab utama kematian adalah infeksi, gangguan pernapasan, serta kelainan bawaan yang menurutnya seharusnya bisa ditangani lebih baik oleh fasilitas medis.

Karena itu, ia mendorong rumah sakit untuk lebih serius mencatat data kematian bayi secara akurat dan melakukan langkah konkret, bukan hanya mengandalkan rapat atau seminar.

“Kalau mau menekan angka kematian, kita harus berbenah dari dalam,” tegasnya.

Baca juga: Kemendagri Dorong Pemda Aktif Bantu Bulog Tekan Harga Beras

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU