JAKARTA- Siapa bilang urusan keanekaragaman hayati (atau kehati) itu cuma soal lingkungan hidup? Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, bilang hal ini sebenarnya bisa jadi senjata buat dorong ekonomi Indonesia ke depan.
Di acara yang digelar Selasa (19/8), beliau ngomong bahwa data soal kehati jangan cuma dipakai buat konservasi, tapi juga bisa jadi landasan buat strategi ekonomi.
“Ini bukan cuma soal hutan atau laut aja, tapi gimana kita manfaatin potensi itu dengan cara yang cerdas,” katanya.
Nah, sektor kayak pertanian, perikanan, dan kehutanan ternyata punya peluang gede.
Bappenas bahkan bilang, kalau semua dijalankan sesuai rencana RPJMN 2025–2029, kontribusi sektor-sektor itu ke PDB bisa naik dari cuma 0,81 persen (2024) ke 3,46 persen di 2029.
Lumayan banget, kan? Rachmat juga bocorin empat pendekatan utama yang disiapin Bappenas:
- Bioprospeksi – Intinya, eksplorasi potensi genetik yang kita punya. Nilainya? Bisa tembus Rp319 triliun, katanya.
- Bioekonomi – Pemanfaatan sumber daya hayati buat pangan, energi terbarukan, sampai bahan baku obat. Ini yang bikin sektor hijau makin seksi.
- Hilirisasi komoditas alam – Dari sagu sampai rumput laut, semuanya bisa jadi produk bernilai lebih tinggi kalau diolah bener.
- Ekowisata dan jasa ekosistem – Gak cuma jual pemandangan, tapi juga pengalaman dan nilai ekonomi dari alam. Tapi tentu aja, semua ini gak bakal jalan kalau cuma pemerintah doang yang kerja. Perlu keterlibatan dari kampus, swasta, masyarakat, sampai komunitas lokal.Konsepnya? Pentahelix — kolaborasi lima arah yang harus jalan bareng-bareng. Target akhirnya? Bappenas ngebidik pertumbuhan ekonomi nasional sampai 8 persen. Gak main-main. Dan kuncinya adalah pemanfaatan sumber daya berbasis pengetahuan — bukan eksploitasi mentah-mentahan kayak dulu
Baca juga: Lody Natasha dan Sasty Laksamana Raih Juara Kelas Wanita di AXCR 2025 Thailand
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA