Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 10:20 WIB

Transformasi Transportasi Jakarta Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

Author

Ilustrasi - Rangkaian kereta moda raya terpadu (MRT) tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (24/7/2025). (Sulthony Hasanuddin)

JAKARTA- Transformasi transportasi umum di Jakarta menunjukkan bahwa perubahan besar membutuhkan waktu, konsistensi, dan kepemimpinan yang saling melanjutkan. 

Menurut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), keberhasilan Jakarta tak lepas dari kesinambungan kebijakan sejak awal 2000-an yang terus diperbaiki di setiap era kepemimpinan.

Djoko Setijowarno, dari MTI Pusat, menyebutkan bahwa pembenahan sistem transportasi Jakarta bisa jadi inspirasi untuk kota-kota lain.

“Butuh lebih dari 10 tahun agar hasilnya terasa. Yang paling penting adalah konsistensi,” ujarnya. 

Narasi Sejarah Mulai dari era Gubernur Sutiyoso yang meletakkan dasar melalui peluncuran Transjakarta koridor pertama dan cetak biru Pola Transportasi Makro, Jakarta perlahan membangun sistem transportasi yang lebih terstruktur.

Fauzi Bowo memperkuat kelembagaan lewat skema BLUD, Joko Widodo fokus pada pembenahan infrastruktur dan peremajaan armada, sementara Basuki Tjahaja Purnama menyatukan transportasi kecil seperti angkot ke dalam sistem besar Transjakarta.

Anies Baswedan lalu memperluas ruang pejalan kaki, menambah jalur sepeda, dan memperkenalkan sistem integrasi JakLingko yang menghubungkan MRT, KRL, Transjakarta, hingga LRT dalam satu platform.

Era setelahnya, di bawah Pj Gubernur Heru Budi dan Gubernur Pramono Anung, membawa integrasi antar daerah ke tahap yang lebih konkret, termasuk sinkronisasi tarif dan insentif fiskal bagi wilayah penyangga.

Baca juga: Mulai Besok, Rute 7Q Transjakarta Resmi Berhenti di Halte Cililitan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU