JAKARTA- Komisi Informasi DKI Jakarta menyoroti pentingnya sekolah-sekolah negeri untuk benar-benar terbuka soal informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Terutama soal PPDB, yang tiap tahun berubah dan sering bikin bingung. “Informasi ini penting banget. Kalau nggak jelas, masyarakat jadi curiga dan bingung,” kata Ferid Nugrohodia dari Komisi Informasi DKI Jakarta.
Faktanya, masih banyak sekolah yang belum siap menjalankan keterbukaan ini. Bahkan, ada yang belum punya struktur resmi buat ngurus informasi.
Daftar informasi publik juga banyak yang belum mereka susun. Belum lagi soal media, masih jarang dimanfaatkan dengan maksimal.
Makanya, KI DKI sekarang gencar melakukan E-Monev, semacam evaluasi keterbukaan informasi berbasis digital. Sayangnya, tahun lalu dari puluhan sekolah yang ikut, cuma segelintir yang dinilai informatif.
Tahun ini, mereka mau naikkan jumlah sekolah peserta. Rencananya sampai 200 persen dari tahun sebelumnya.
Termasuk menggandeng semua Sudin Pendidikan di tiap kota/kabupaten administratif Jakarta.
Ferid bilang, banyak kasus sengketa informasi datangnya dari sekolah juga. Penyebabnya simpel karena mereka nggak ngerespons permintaan informasi dari warga.
“Kalau sekolah lebih siap dan terbuka, ini nggak bakal jadi masalah,” ujarnya.
Baca juga: Permukiman di Tengah Makam, Potret Miris TPU Kebon Nanas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA