Selasa, 29 JULI 2025 • 19:13 WIB

Permukiman di Tengah Makam, Potret Miris TPU Kebon Nanas

Author

Kehidupan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas Muhaimin di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/7/2025). (Siti Nurhaliza)

JAKARTA- Di balik deretan batu nisan tua di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, tersimpan kenyataan yang tak banyak diketahui orang.

Sekitar 220 keluarga atau sekitar 730 jiwa tinggal di atas makam yang usianya sudah lebih dari seabad. Sebagian dari mereka datang dari luar Jakarta, seperti Bekasi atau Jakarta Utara.

Mereka bukan turis, bukan peziarah. Mereka tinggal, tidur, dan menjalani hidup sehari-hari tepat di atas tanah yang dulu jadi tempat peristirahatan terakhir ratusan orang.

“Itu memang area pemakaman Buddha, Tionghoa. Banyak yang sudah dipindah atau dikremasi, tapi ada juga yang masih aktif,” kata Muhaimin, kepala pengelola TPU Kebon Nanas, saat ditemui Selasa (29/7).

Beberapa makam diketahui sudah ada sejak tahun 1890. Warga sekitar menduga, banyak ahli waris dari makam-makam itu sudah lama pindah atau bahkan tidak diketahui keberadaannya.

Seiring waktu, area kosong di antara makam-makam yang tak lagi terurus mulai dihuni warga.

Tak ada izin resmi, tapi perlahan rumah-rumah semi permanen berdiri, membentuk permukiman liar yang cukup padat. Masalahnya, kawasan itu seharusnya tetap dijaga sebagai lahan pemakaman.

Dan ironisnya, sebagian lahan kini sudah digunakan kembali untuk pemakaman baru, baik untuk umat Muslim maupun Kristen. Muhaimin mengaku kondisi ini bukan baru.

“Sudah ada sejak sebelum saya bertugas di sini. Tapi sekarang kami mulai tertibkan, jangan sampai bertambah lagi bangunannya,” ujarnya.

 Tak hanya soal tempat tinggal, area pemakaman itu belakangan juga jadi sorotan karena kejadian tak senonoh yang sempat viral.

Sepasang muda-mudi tertangkap kamera warga sedang berbuat mesum di blok 17, area makam yang memang minim pengawasan.

Dengan luas mencapai 17 hektare dan jumlah petugas terbatas, pengawasan di TPU Kebon Nanas memang belum ideal.

Apalagi sebagian besar area rawan sudah padat oleh bangunan liar. Kondisi ini memperlihatkan satu hal yang memprihatinkan, saat ruang hidup makin sempit, bahkan tanah makam pun bisa jadi tempat tinggal dan tempat masalah baru muncul.

Baca juga: LPS Siap Sesuaikan Bunga Penjaminan untuk Dukung Kebijakan Moneter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU