JAKARTA— Di tengah naik-turunnya harga pangan, Perumda Dharma Jaya mengambil langkah konkret untuk menjaga ketersediaan daging di Ibu Kota.
Baru-baru ini, mereka mendatangkan 750 sapi dari Australia, yang kini sedang menjalani proses penggemukan di Serang, Banten.
“Kami rawat mereka dulu selama tiga sampai empat bulan. Setelah itu, sapi-sapi ini baru siap dijual dalam kondisi hidup,” ujar Raditya Endra Budiman, Direktur Utama Dharma Jaya, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (26/7).
Kebanyakan sapi yang datang adalah jantan yang dimana jenis feeder steer dan bull yang nantinya bakal dipotong setelah bobotnya ideal.
Sisanya, sekitar 39 ekor betina, akan dipelihara lebih lanjut sebagai indukan untuk mendukung program pembibitan sapi lokal.
“Kami enggak cuma jual daging. Ada sisi budidaya juga yang kami dorong lewat program ini,” lanjut Raditya.
Ini bukan kali pertama Dharma Jaya impor sapi tahun ini. Pada tahap pertama, 500 ekor sudah lebih dulu dikirim dan kini sudah habis terjual setelah melewati masa penggemukan selama tiga bulan.
Baca juga: Gedung Kelurahan Sunter Jaya Dibangun Lagi, Anggarannya Capai Rp10,6 Miliar
Total saat ini, 1.250 sapi impor dari dua gelombang sudah berada di kandang mereka.
Bahkan, sebelum masa penggemukan selesai, pesanan dari berbagai rumah potong sudah berdatangan.
Para pembeli tetapnya tersebar di Cakung, Bogor, Sukabumi, hingga Serang.
Beberapa di antaranya rutin ambil hingga 50 ekor per bulan. “Begitu gemuk dan sehat, langsung kita kirim. Enggak ada yang nganggur,” katanya.
Targetnya, sampai akhir tahun 2025, perusahaan milik daerah ini bakal mendatangkan total 5.000 ekor.
Kiriman berikutnya direncanakan datang awal September. Semua sapi akan ditampung di kandang besar berkapasitas 3.000 ekor.
Direktur Bisnis Irwan Nusyirwan menambahkan, kegiatan penggemukan ini punya dampak yang jauh lebih luas dari sekadar bisnis jual-beli daging.
Ada tenaga kerja yang terserap, ada peternak lokal yang ikut belajar, dan ada nilai ekonomi yang tumbuh dari rantai distribusinya.
“Kami ingin semua pihak merasakan manfaatnya, bukan cuma konsumen di pasar,” ucapnya.
Baca juga: Pramono: Anak Jakarta Butuh Panggung, Bukan Tawuran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA