JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya turun tangan soal tiang-tiang monorel yang sudah bertahun-tahun terbengkalai.
Ia mengaku sudah menyurati Kejaksaan Tinggi agar masalah ini segera dibereskan, terutama karena tiang-tiang itu dianggap merusak wajah kota.
“Sudah saya kirim surat ke Kejati. Saya juga sudah ketemu langsung sama pihak Adhi Karya,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota, Rabu siang.
Pramono bilang, setiap kali ada upaya menuntaskan proyek lama, biasanya selalu saja ada pihak yang tiba-tiba muncul dan merasa punya andil.
“Jakarta itu begitu, ya. Begitu kita mau beresin sesuatu, muncul deh yang merasa dulu pernah terlibat. Tapi saya sih nggak mau pusing,” katanya santai.
Baca juga: Dishub DKI Pasang Pengaman Kotak Lampu Lalu Lintas di Jakarta Timur
Pemprov DKI saat ini tengah menggodok dua langkah penting. Salah satunya adalah menyelesaikan status kepemilikan tiang yang rupanya masih milik PT Adhi Karya.
“Ya, kita nggak bisa asal bongkar. Barangnya masih milik mereka. Tapi dari obrolan kemarin, mereka terbuka buat kerja bareng,” ujarnya lagi.
Proyek monorel ini sudah mangkrak sejak lama. Tiang-tiangnya berdiri tanpa arah, mulai dari Rasuna Said sampai ke kawasan Asia-Afrika.
Banyak yang bilang keberadaan tiang itu bikin Jakarta makin semrawut. Pramono sendiri menegaskan, ini bukan cuma soal estetika kota, tapi juga soal tanggung jawab.
“Biar jelas aja semuanya. Kita beresin satu-satu. Jangan dibiarkan terus,” tutupnya.
Baca juga: BBPOM dan Puskesmas Pademangan Edukasi Ibu-Ibu Soal Gizi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA