JAKARTA- Musim baru sepak bola Indonesia tinggal hitungan minggu. Banyak hal berubah, mulai dari nama liga yang kini resmi berganti menjadi Super League, aturan main yang makin ketat, sampai slot pemain asing yang membengkak jadi 11 orang per tim.
Bagi sebagian klub, ini bisa jadi kabar baik. Tapi buat Persija, semua harus ditanggapi dengan kepala dingin. “Jangan sampai cuma karena regulasi baru, kita asal comot pemain. Tim ini dibangun bukan buat satu musim doang,” ujar Mohamad Prapanca, Direktur Persija.
Memang, aturan yang mewajibkan pemain U-23 tampil minimal 45 menit per laga serta slot pemain asing yang makin longgar jadi tantangan tersendiri. Tapi Persija gak mau latah.
Baca juga: Anak-Anak Kepulauan Seribu Diajak Main Sambil Belajar di Ancol
Evaluasi masih jalan, diskusi dengan pelatih juga intens. “Jumlah itu penting, tapi kualitas tetap nomor satu. Kita bukan sekadar cari banyak, tapi yang benar-benar cocok buat tim,” tambahnya.
Manajemen sadar, perubahan ini bisa bikin kompetisi lebih seru, bahkan mungkin makin dilirik di level Asia.
Tapi ada satu hal yang tetap jadi prinsip: pemain lokal harus tetap tumbuh. Super League bukan alasan untuk menyingkirkan bakat-bakat muda yang sudah dipoles lama.
Sebagai klub besar, Persija ingin tetap relevan, bukan cuma karena nama, tapi karena cara kerja yang matang. Perubahan akan datang, dan Persija memilih untuk siap, bukan panik.
Baca juga: Jelang 17 Agustus, Petugas PPSU Cijantung Cat Ulang Kanstin Jalanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Persija.id