JAKARTA - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo di Bekasi Timur tidak hanya menyisakan kerusakan material, tetapi juga meninggalkan luka batin yang mendalam bagi banyak keluarga.
Kehilangan seseorang secara tiba-tiba akibat insiden tragis tentu bukanlah hal yang mudah untuk diterima.
Kesedihan ini sangat dirasakan oleh keluarga Harum Anjarsari (27), seorang ibu muda asal Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi salah satu korban jiwa.
Simpati dan dukungan moril pun terus mengalir, termasuk dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang langsung mendatangi rumah duka pada Rabu (29/4/2026) pagi untuk menyampaikan belasungkawa.
Sosok Harum Anjarsari selama ini dikenal oleh warga sekitarnya sebagai pahlawan keluarga yang tak kenal lelah.
Baca juga: Wali Kota Jakarta Pusat Takziah ke Rumah Kader PKK Utan Panjang Korban Tragedi KRL Bekasi Timur
Di usianya yang masih sangat muda, ia mengemban tanggung jawab besar sebagai seorang istri bagi Ryan Aditya Suryana sekaligus ibu tangguh dari dua anak yang masih kecil.
Tidak berhenti di situ, Harum juga merupakan sosok pekerja keras yang memegang posisi sebagai supervisor di sebuah perusahaan swasta di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Meski sudah berkeluarga dan menempati rumah di kawasan Tambun, Bekasi, almarhumah tidak pernah melupakan tanggung jawabnya untuk selalu membantu memenuhi perekonomian orang tuanya di Kelurahan Setu.
Di balik rutinitasnya yang padat tersebut, kepergian Harum rupanya sempat diiringi oleh serangkaian tanda yang kini dirasakan sebagai firasat oleh pihak keluarga.
Ibunda almarhumah, Sri Lestari (58), mengungkapkan betapa ia sangat kehilangan sosok anak sulungnya yang begitu penyayang tersebut.
Dengan suara bergetar, Sri membeberkan bahwa perilaku Harum terasa agak berbeda menjelang hari kejadian nahas itu.
"Sebelum meninggal, almarhumah seperti punya firasat. Ia sering meminta pulang ke Setu, padahal selama ini tinggal di Tambun," tutur Sri mengenang.
Firasat tersebut terasa semakin kuat ketika seminggu sebelum kecelakaan terjadi, Harum sempat berinisiatif mengajak teman-teman dekatnya untuk berkumpul di kediaman orang tuanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta