JAKARTA - Mengikuti pelatihan bisnis memang menyenangkan, tapi pernahkah kamu membayangkan betapa beratnya mempraktikkan ilmu tersebut secara konsisten setiap hari?
Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta yang sering kali terhenti pada euforia seminar tanpa aksi nyata yang berkelanjutan.
Tantangan sesungguhnya justru muncul setelah sesi pelatihan usai, bagaimana menjaga kedisiplinan pencatatan arus keuangan, mengeksekusi strategi pemasaran digital yang jitu, hingga memastikan skala usaha terus bertumbuh.
Beranjak dari urgensi inilah, Program Community Development EQUITY LPDP–UNJ hadir bukan sekadar memberi teori, melainkan turun langsung ke lapangan untuk mengawal 23 UMKM binaan Yayasan Pemimpin Muda di kawasan Pisangan Baru, Jakarta Timur.
Di bawah komando ketua tim pengabdian, Muhammad Yusuf, kolaborasi akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini merancang program intensif yang berlangsung sejak Januari hingga April 2026.
Baca juga: Pramuka UNJ Resmi Usulkan Husen Mutahar Jadi Pahlawan Nasional Lewat Ziarah di Jeruk Purut
Pada tahap pendahuluan di bulan Januari, tim tidak langsung menjejalkan materi. Mereka melakukan kunjungan lapangan untuk memetakan akar masalah secara langsung.
Hasilnya, ditemukan fakta bahwa pelaku usaha mikro di sana sangat aktif, namun terkendala pada fondasi bisnis dasar.
Seluruh peserta belum memiliki sistem pencatatan yang tertib, promosi baru sebatas mulut ke mulut, dan produksi belum didukung strategi yang terarah.
Kondisi ini membuat roda bisnis terus berputar, namun keuntungannya sulit untuk diukur.
Untuk membongkar kebuntuan tersebut, puncak kegiatan tatap muka digelar pada 16 Februari 2026 di Aula Utama Yayasan Pemimpin Muda.
Acara ini dibuka oleh Ketua Pelaksana Pengabdian bersama Ketua Yayasan Bangun Pemimpin Muda Masa Depan, serta menghadirkan tiga pakar yang memberikan amunisi baru bagi para pengusaha mikro.
Muhammad Hashfi Aufar selaku Founder Kelas Digi membuka wawasan peserta terkait pemasaran digital tingkat lanjut, khususnya taktik penggunaan Meta Ads agar target pasar lebih presisi.
Selanjutnya, Muhammad Yusuf dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ membedah manajemen keuangan lewat pendekatan inovatif Smartpreneur Syariah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Universitas Negeri Jakarta