Kondisi Salah Satu Sisi Jembatan Cinta Pulau Tidung Jelang Restorasi (Anita Karyati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Bayangkan jika kamu bisa melarikan diri dari hiruk-pikuk kemacetan serta polusi Jakarta menuju hamparan pasir putih yang memukau dan hembusan angin laut menyegarkan, tanpa harus merogoh kocek dalam untuk tiket pesawat ke luar pulau.
Surga tropis itu sebenarnya ada tepat di halaman belakang ibu kota kita, yaitu di Kepulauan Seribu.
Sayangnya, ancaman abrasi laut secara perlahan mulai menggerus pesona garis pantai di wilayah pesisir ini. Namun, kamu tidak perlu risau.
Pemerintah melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu kini tengah mengebut proyek restorasi pantai di sisi utara Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Langkah strategis ini bukan sekadar upaya penyelamatan lingkungan pesisir, melainkan disiapkan khusus untuk memanjakan wisatawan dan mendongkrak pariwisata lokal Jakarta.
Bagi kamu yang kerap menghabiskan akhir pekan di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung dengan Jembatan Cinta-nya tentu sudah menjadi ikon wisata romantis yang sangat familier.
Namun belakangan, hempasan ombak yang terjadi terus-menerus menyebabkan abrasi yang cukup masif di sepanjang pesisir utara jembatan tersebut.
Merespons kondisi kritis ini, Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Mustajab, menyatakan bahwa fokus utama dari agenda restorasi adalah pengembalian volume pasir pantai yang telah lama terkikis oleh ganasnya ombak.
"Ini bagian dari pemeliharaan wilayah pesisir. Pasir yang hilang akibat abrasi kami kembalikan agar pantai bisa pulih seperti semula," ujar Mustajab pada Senin (13/4/2026).
Proses restorasi ini sama sekali tidak dilakukan sembarangan. Pasir dalam jumlah memadai diambil secara hati-hati dari area tengah laut, kemudian direlokasi dan dikembalikan secara merata ke titik pesisir yang rawan.
Metode teknis ini dianggap paling ideal untuk mengembalikan bentuk alami garis pantai, sehingga nilai estetika dari Pulau Tidung tetap otentik.
Tentu saja, menabur ulang hamparan pasir tidak akan memberikan solusi permanen tanpa diiringi perlindungan infrastruktur yang kokoh.
Mustajab menjelaskan bahwa demi menjaga hasil restorasi agar pasir tidak kembali lenyap tersapu ombak pasang, pihaknya merancang benteng pertahanan dengan memasang geobag di sepanjang area pengerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta