JAKARTA - Pernahkah kamu merasa sangat terganggu dengan maraknya aktivitas negatif di lingkungan tempat tinggal saat bulan suci Ramadhan tiba?
Bulan yang seharusnya diisi dengan kedamaian, refleksi diri, dan kekhusyukan ibadah ini kerap kali dinodai oleh peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hingga bisingnya ledakan petasan di malam hari.
Belum lagi keberadaan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang kerap memenuhi sudut-sudut jalanan ibu kota dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Untuk menjawab keresahan warga DKI Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jatinegara mengambil langkah cepat dan tegas.
Mereka menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) guna memastikan kamu bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1447 Hijriah ini dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk gangguan ketertiban umum.
Baca juga: Cetak Sejarah! Jakarta Resmi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026 Pertama di Dunia
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui jajaran Satpol PP terus berkomitmen untuk menjaga muruah dan ketertiban kota.
Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali, menegaskan bahwa penjangkauan PPKS dan razia miras ini bukanlah sekadar agenda sesaat, melainkan komitmen nyata aparat dalam melindungi masyarakat.
Menurut Teguh, upaya terpadu ini sengaja diintensifkan demi menjaga ketertiban umum dan memberikan jaminan rasa aman yang maksimal kepada seluruh lapisan warga selama jalannya bulan suci Ramadhan.
"Kami melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang melibatkan sekitar 50 personel gabungan. Operasi skala besar ini tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh pihak Satpol PP, tetapi juga didukung penuh oleh kehadiran unsur TNI dan Polri," ujar Teguh saat memberikan keterangan resminya pada hari Kamis (12/3).
Kehadiran puluhan personel gabungan ini membuktikan keseriusan aparat penegak hukum di wilayah Jakarta Timur dalam memberantas penyakit masyarakat hingga benar-benar tuntas.
Menurut penjelasan Teguh, kegiatan penyisiran malam ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan suasana lingkungan permukiman yang harmonis dan kondusif.
Dengan begitu, umat Islam yang berdomisili di sekitar kawasan Jatinegara dapat menjalankan rangkaian ibadah puasa, sholat tarawih, hingga tadarus Al-Qur'an dengan tenang.
"Kami secara aktif menyisir sejumlah lokasi rawan yang ditengarai sering menjadi tempat keberadaan para PPKS, area penjualan minuman keras ilegal, rute peredaran obat-obatan terlarang, maupun titik transaksi petasan yang sangat membahayakan warga," ucap Teguh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta