Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 09:38 WIB

Gawat! Udara Jakarta Peringkat 4 Terburuk di Dunia, Gubernur Pramono Anung Siapkan Jurus Jitu

Gawat! Udara Jakarta Peringkat 4 Terburuk di Dunia, Gubernur Pramono Anung Siapkan Jurus JituKondisi Udara Jakarta (greenpeace.org)

JAKARTA - Pernahkah kamu bangun pagi, membuka jendela, dan berharap menghirup udara segar, tapi malah disambut langit abu-abu yang pekat?

Jangan salah sangka, itu bukan kabut sisa hujan semalam atau embun pagi yang menyejukkan. Itu adalah polusi yang sedang mengepung kota kita tercinta.

Pemandangan muram ini menjadi realitas yang harus dihadapi warga Jakarta pada Rabu pagi ini (11/2/2026), di mana kualitas udara Ibu Kota sedang dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Data terbaru menunjukkan bahwa Jakarta kembali masuk dalam jajaran kota dengan kualitas udara terburuk secara global.

Situasi ini tentu menjadi "alarm" bagi kesehatan kamu dan jutaan warga lainnya yang beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Jelang Ramadhan 2026, Gubernur Pramono Anung Siapkan Langkah Humanis Tertibkan Manusia Gerobak di Jakarta

Lantas, seberapa parah kondisinya dan apa langkah konkret pemerintah untuk mengatasi masalah menahun ini?

Jakarta "Hampir Raih Podium" di Ranking Udara Terburuk Dunia

Berdasarkan pantauan langsung dari situs pemantau kualitas udara global, IQAir, pada pukul 06.15 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta menyentuh angka yang bikin sesak napas.

Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta bertengger di angka 175 dengan konsentrasi partikel halus (PM 2.5) yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Angka tersebut menempatkan Jakarta di peringkat keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini.

Posisi Jakarta hanya lebih baik sedikit dibandingkan tiga kota di Asia Selatan yang menempati posisi teratas, seperti New Delhi (India) dengan indeks AQI 317, Dhaka (Bangladesh) dengan indeks AQI 296, dan Kolkata (India) dengan indeks AQI 232.

Tingginya angka PM 2.5 ini sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Transportasi Jadi Biang Kerok Utama

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak tinggal diam.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti fakta bahwa sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar polusi di Ibu Kota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News

BERITA TERBARU

Gawat! Udara Jakarta Peringkat 4 Terburuk di Dunia, Gubernur Pramono Anung Siapkan Jurus Jitu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!