Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 10:14 WIB

Dominasi Semu di GBK: Penguasaan Bola 82 Persen Tak Mampu Selamatkan Persija Jakarta dari Kekalahan Kontra Arema FC

Dominasi Semu di GBK: Penguasaan Bola 82 Persen Tak Mampu Selamatkan Persija Jakarta dari Kekalahan Kontra Arema FCPersija Jakarta Kontra Arema FC pada Minggu (8/2/2026) (Persija Official Portal)

JAKARTA - Bayangkan kamu berada di tengah riuh rendah Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dengan harapan besar melihat tim kebanggaanmu merayakan kemenangan.

Namun, yang terjadi pada Minggu malam (8/2/2026) justru sebaliknya, bukan tawa ceria yang membahana usai peluit panjang berbunyi, melainkan keheningan dan raut kekecewaan yang menyelimuti tribun hingga ruang ganti.

Dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/26, Persija Jakarta harus menelan pil pahit setelah dipermalukan di kandang sendiri dengan skor 0-2.

Laga ini menjadi bukti nyata bahwa dalam sepak bola, dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir yang manis.

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan jika kamu melihat statistik pertandingan secara mendalam.

Baca juga: Tinggalkan Liga Kosovo, Cyrus Margono Resmi Perkuat Persija Jakarta: Saya Siap Menjalani Tantangan Baru Ini!

Tim berjuluk “Macan Kemayoran” ini tampil sangat dominan, memegang kendali permainan hingga mencatatkan 82 persen penguasaan bola. 

Angka yang fantastis untuk sebuah pertandingan level tinggi. Namun, dominasi tersebut seolah menjadi "dominasi semu" ketika Macan Kemayoran gagal mengkonversinya menjadi gol.

Sebaliknya, tim tamu justru bermain efektif dan menghukum kelengahan tuan rumah lewat dua gol krusial yang dicetak oleh Gabriel Costa pada menit ke-82 dan masa injury time.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca-laga.

Target tiga poin yang dicanangkan untuk menjaga posisi aman di jalur juara BRI Super League musim ini harus pupus begitu saja. 

Dalam analisisnya, Souza menyoroti satu masalah fundamental yang membuat timnya tumpul meski menguasai bola, yakni inefisiensi dalam memanfaatkan ruang.

"Saya rasa kami tidak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema. Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi," ungkap Souza dengan nada kecewa.

Pelatih asal Brasil tersebut menjelaskan bahwa para pemainnya sebenarnya berhasil menerima bola di area-area strategis yang telah dipetakan sebelumnya. Namun, eksekusi akhir menjadi kendala utama. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Persija Jakarta

BERITA TERBARU

Dominasi Semu di GBK: Penguasaan Bola 82 Persen Tak Mampu Selamatkan Persija Jakarta dari Kekalahan Kontra Arema FC

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!