Petugas Dinas Bina Marga Membongkar Tiang Monorel Rasuna Said (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa risih dan terganggu saat melintas di kawasan elit Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, namun pemandanganmu terhalang oleh deretan tiang beton raksasa yang tak bertuan?
Selama bertahun-tahun, tiang-tiang sisa proyek monorel yang mangkrak ini seolah menjadi "hantu" di tengah kemegahan gedung pencakar langit Jakarta.
Namun, kabar baik akhirnya datang bagi kamu yang mendambakan tata kota yang lebih rapi.
Pemandangan suram tersebut sebentar lagi akan menjadi sejarah karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengebut proses pembersihannya dengan kecepatan penuh.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya untuk tidak lagi membuang-buang waktu dalam proses pembongkaran tiang-tiang pancang tersebut.
Dalam sebuah pernyataan terbarunya pada Jumat (6/2/2026), Pramono menegaskan bahwa ritme kerja yang lambat tidak lagi bisa ditoleransi.
Ia menginginkan perubahan visual yang signifikan di kawasan tersebut dalam waktu sesingkat-singkatnya, mengubah target awal yang sebelumnya terdengar santai menjadi sebuah operasi kerja cepat yang agresif.
Pada awalnya, rencana pembongkaran tiang monorel ini ditargetkan rampung pada bulan September mendatang dengan estimasi pengerjaan yang cukup moderat, yaitu satu tiang per hari.
Namun, setelah melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan melihat kondisi riil yang ada, Pramono Anung merasa ritme tersebut masih terlalu lambat.
Saat ditemui di Hotel Aryaduta Menteng, ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap target lama tersebut dan meminta percepatan drastis.
Pramono meminta agar kapasitas pengerjaan dilipatgandakan. Jika sebelumnya para pekerja hanya diwajibkan menyelesaikan satu tiang dalam satu hari, kini standar tersebut dinaikkan menjadi empat hingga lima tiang per hari. Instruksi ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah mulai diterapkan di lapangan.
Langkah agresif ini diambil semata-mata untuk memastikan bahwa gangguan visual dan hambatan fisik di sepanjang jalur Rasuna Said dapat segera hilang, memberikan ruang napas baru bagi estetika kota Jakarta yang selama ini terkesan semrawut oleh sisa-sisa proyek gagal masa lalu.
Meskipun instruksi percepatan telah dikeluarkan, proses di lapangan tentu memiliki tantangan teknis tersendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta