Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 09:12 WIB

Inovasi Penguatan Ketahanan Pangan: Warga Kelurahan Malaka Jaya Ubah Gang Sempit Jadi Kolam Gizi dan Taman Hijau

Inovasi Penguatan Ketahanan Pangan: Warga Kelurahan Malaka Jaya Ubah Gang Sempit Jadi Kolam Gizi dan Taman HijauGang 8, Jl. Nusa Indah IV, RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Isu keterbatasan lahan sering kali menjadi hambatan utama bagi masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam atau memelihara ikan.

Namun, paradigma tersebut berhasil dipatahkan dengan gemilang oleh warga Jakarta Timur.

Di tengah padatnya permukiman ibu kota, sebuah gang sempit di Jalan Nusa Indah IV, RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, kini telah berubah wajah sepenuhnya.

Kawasan yang dulunya hanya berfungsi sebagai akses jalan biasa, kini telah menjelma menjadi pusat penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat yang inspiratif dan penuh inovasi.

Transformasi menakjubkan ini dimotori oleh Kelompok Tani (Poktan) Bersama Tumbuh Maju.

Baca juga: Meski Genangan Telah Surut, PMI Jakarta Timur Sigap Salurkan Bantuan Logistik ke Pulo Gebang

Mereka berhasil menyulap akses jalan warga sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar tiga meter di Gang 8 menjadi kawasan urban farming yang asri. 

Saat memasuki kawasan ini, mata pengunjung akan langsung dimanjakan oleh deretan tanaman hias yang menyejukkan, tanaman obat keluarga (TOGA) yang bermanfaat, hingga berbagai jenis tanaman produktif yang siap panen.

Tidak hanya itu, suasana hidup semakin terasa dengan keberadaan empat kolam gizi berbentuk akuarium besar yang menghiasi lokasi tersebut.

Solusi Cerdas di Lahan Terbatas

Keunikan utama dari urban farming di Malaka Jaya ini terletak pada inovasi tata kelola air dan pemanfaatan ruang yang sangat cerdas.

Ketua Poktan Bersama Tumbuh Maju, Fadil, menjelaskan bahwa inovasi yang mereka terapkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keanekaragaman hayati, pencegahan perubahan iklim, hingga pengendalian pencemaran lingkungan.

Upaya tersebut telah dimulai sejak tahun 2023 dengan dukungan kolaborasi dari sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu terobosan teknologi tepat guna yang paling menarik perhatian adalah modifikasi saluran air.

Warga tidak membiarkan selokan hanya menjadi saluran pembuangan semata, melainkan mengubahnya menjadi aset produktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Inovasi Penguatan Ketahanan Pangan: Warga Kelurahan Malaka Jaya Ubah Gang Sempit Jadi Kolam Gizi dan Taman Hijau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!