Alter Ego Esports di MLBB M7 World Championship (Instagram.com/@alteregoesports)
JAKARTA - Gemuruh sorak-sorai pendukung tuan rumah di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, harus berakhir dengan keheningan dan rasa haru yang mendalam.
Mimpi besar komunitas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia untuk melihat piala M7 World Championship diangkat di tanah sendiri harus pupus di partai puncak.
Harapan yang digantungkan kepada satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Alter Ego, kandas setelah mereka dipaksa mengakui keunggulan wakil Filipina, Aurora Gaming PH, dengan skor telak tanpa balas 4-0 di babak Grand Final.
Kekalahan ini menjadi penutup yang pahit bagi perjalanan kompetitif M-Series kali ini, sekaligus memperpanjang dominasi tim-tim asal Filipina di kancah tertinggi Mobile Legends dunia.
Meskipun bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri yang memadati venue, Alter Ego tidak mampu membendung strategi disiplin dan eksekusi mematikan yang diperlihatkan oleh lawan mereka sepanjang seri pertandingan berlangsung.
Baca juga: Timnas MLBB Putri Pertahankan Gelar Juara Dunia IESF 2025, Tim Putra Finis Ke-4
Sebelum mencapai panggung Grand Final yang megah, perjalanan Alter Ego sesungguhnya patut mendapatkan apresiasi tinggi.
Tim yang beranggotakan Nino, Yazukee, Hijumee, Arfy, dan Alekk ini menunjukkan mentalitas baja yang luar biasa, terutama saat berjuang melalui jalur Lower Bracket.
Mereka bukanlah tim yang diunggulkan sepenuhnya, namun berhasil membalikkan prediksi banyak pengamat dengan menumbangkan raksasa-raksasa Asia Tenggara lainnya.
Di fase Semifinal dan Final Lower Bracket, Alter Ego tampil begitu agresif dan penuh perhitungan. Mereka sukses memulangkan juara MPL PH Season 16, Team Liquid PH (TLPH), dengan skor ketat 3-2 dalam pertandingan yang sangat emosional.
Momentum kemenangan tersebut berlanjut ketika mereka berhasil menghentikan laju juara MPL MY Season 16, Selangor Red Giants, dengan skor meyakinkan 3-1.
Rentetan kemenangan inilah yang sempat melambungkan optimisme publik bahwa trofi M7 akhirnya bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Namun, takdir di babak Grand Final berkata lain saat mereka harus berhadapan dengan tembok kokoh bernama Aurora Gaming PH, yang saat itu berhasil memulangkan Selangor Red Giants di final Upper Bracket dengan skor meyakinkan 3-2.
Memasuki arena pertandingan Grand Final, Aurora Gaming yang diperkuat oleh Edward, Demonkite, Yue, Domeng, dan Light, tampil dengan tingkat kedisiplinan yang seolah berada di level berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uzone.id