JAKARTA - Kompetisi BRI Super League musim 2025/26 menjanjikan persaingan yang semakin ketat dengan perubahan regulasi pemain asing yang dimanfaatkan secara maksimal oleh klub-klub peserta.
Salah satu tim yang paling menarik perhatian dalam bursa transfer kali ini adalah Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut melakukan perombakan besar-besaran dengan strategi perekrutan yang sangat spesifik.
Dari total sebelas pemain asing yang didaftarkan untuk mengarungi musim ini, delapan di antaranya berasal dari satu negara, yakni Brasil.
Fenomena ini memunculkan anggapan bahwa manajemen Persija sedang mencoba meniru kesuksesan klub raksasa Ukraina, FC Shakhtar Donetsk, yang dikenal dunia karena kegemarannya mengumpulkan talenta-talenta terbaik dari Negeri Samba.
FC Shakhtar Donetsk, Klub Raksasa Asal Ukraina (Getty Images via ESPN)
Strategi mengumpulkan pemain dari satu negara, khususnya Brasil, bukanlah hal baru dalam sepak bola modern, namun keberanian Persija Jakarta menerapkannya dalam skala masif di Liga Indonesia patut diacungi jempol.
FC Shakhtar Donetsk telah membuktikan bahwa memadukan kedisiplinan pemain lokal dengan kreativitas teknis pemain Brasil bisa menghasilkan dominasi liga dan prestasi di kancah Eropa.
Bagi Persija, langkah ini tampaknya diambil untuk memangkas waktu adaptasi dan membangun chemistry tim secara instan.
Dengan mayoritas pemain asing berbicara bahasa Portugis, komunikasi di lapangan hijau diharapkan menjadi lebih cair dan intuitif.
Koneksi batin antar pemain Brasil yang sering disebut sebagai Jogo Bonito diharapkan mampu menghidupkan permainan Persija yang atraktif dan menyerang.
Jika Shakhtar Donetsk menjadikan pemain Brasil sebagai poros kekuatan mereka di Eropa Timur, Persija berambisi menjadikan Jakarta sebagai rumah kedua bagi para penari Samba untuk mendominasi sepak bola Asia Tenggara.
Keseriusan Persija dalam membangun "Little Brazil" di ibu kota terlihat dari penyebaran posisi para pemain asing tersebut yang merata dari lini belakang hingga depan.
Di bawah mistar gawang, keputusan berani diambil dengan merekrut Carlos Eduardo, seorang kiper asal Brasil, yang tentu diharapkan memberikan ketenangan dan distribusi bola yang baik dari belakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Opini Pribadi