Sebanyak 2.200 pelajar di Kepulauan Seribu mendapat kacamata gratis (Anita Karyati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Suasana berbeda terlihat di Gelanggang Olahraga (GOR) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, pada hari Selasa (20/1/2026).
Ribuan pelajar memadati area tersebut bukan untuk bertanding olahraga, melainkan untuk menjemput harapan baru bagi penglihatan mereka.
Dalam sebuah inisiatif yang menyentuh hati dan berdampak besar, sebanyak 2.200 kacamata gratis didistribusikan kepada para pelajar di wilayah kepulauan tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pemeriksaan mata massal yang menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak terhadap masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pesisir Jakarta.
Acara tersebut tidak hanya pembagian alat bantu penglihatan semata, melainkan sebuah langkah strategis untuk memastikan generasi penerus bangsa dapat menyerap ilmu dengan optimal.
Baca juga: Perkuat Garda Terdepan di Bulan K3, Pemkot Jakarta Utara Terima Donasi 1.000 APD dari Rider Group
Gangguan penglihatan sering kali menjadi penghalang tak kasat mata bagi prestasi siswa di sekolah, dan kehadiran ribuan kacamata ini diharapkan mampu meruntuhkan hambatan tersebut.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, hadir langsung di lokasi dan menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan ini.
Program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis ini merupakan buah manis dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dengan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN).
Dalam sambutannya, Bupati Fadjar menekankan bahwa kesehatan mata adalah fondasi dasar dalam proses belajar mengajar.
Ia menyadari bahwa anak-anak di wilayah kepulauan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai demi menunjang prestasi akademik mereka.
Menurutnya, inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dan pemerintah dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi pelajar yang menjadi aset masa depan.
Proses belajar mengajar di ruang kelas tentu harus ditunjang dengan kondisi penglihatan yang prima agar materi yang disampaikan guru dapat diterima dengan baik oleh para siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta