Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 06 JANUARI 2026 • 08:16 WIB

Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Sebut Angka Kebakaran di Tahun 2025 Turun Drastis

Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Sebut Angka Kebakaran di Tahun 2025 Turun DrastisPetugas pemadam kebakaran berada di lokasi kebakaran (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bagi warga Jakarta, ancaman si jago merah selalu menjadi momok yang menakutkan, terutama di kawasan padat penduduk.

Namun, ada angin segar yang berhembus dari wilayah pesisir ibu kota. Sepanjang tahun 2025, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat penurunan kasus kebakaran yang cukup signifikan.

Tren positif ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran mulai meningkat, meskipun kewaspadaan tidak boleh kendur sedikitpun.

Berdasarkan data resmi yang dirilis, jumlah insiden kebakaran di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada tahun 2025 tercatat sebanyak 232 kejadian.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 17 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 2024, yang mencatatkan 279 kasus.

Baca juga: Gulkarmat Jakarta Pusat Tangani Kebakaran Billboard, Tidak Ada Korban

Penurunan ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi, mengingat karakteristik Jakarta Utara yang didominasi oleh kawasan industri dan permukiman padat.

Meskipun angka kejadian menurun, Gatot Sulaeman selaku Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu memberikan catatan penting yang harus diperhatikan oleh setiap warga, khususnya generasi muda yang sering meninggalkan alat elektronik dalam keadaan menyala.

Korsleting listrik masih menjadi "musuh dalam selimut" atau penyebab utama kebakaran dengan persentase mencapai 54 persen dari total kejadian.

Hal ini menunjukkan bahwa instalasi listrik yang buruk atau penggunaan alat elektronik yang tidak standar masih menjadi PR besar.

Selain listrik, kebocoran gas menyumbang sekitar 12 persen kasus, disusul pembakaran sampah sebanyak delapan persen, dan sisanya disebabkan oleh faktor lain.

Penurunan angka kebakaran ini diklaim sebagai buah manis dari gencarnya kampanye pencegahan yang dilakukan pemerintah.

Gatot juga menyebutkan bahwa intensifikasi kampanye pencegahan kebakaran terus dilakukan tanpa henti, menyasar berbagai lapisan masyarakat untuk membangun budaya sadar bencana.

Jika membedah data per wilayah, Kecamatan Penjaringan menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi, yakni mencapai 60 kejadian sepanjang tahun 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Sebut Angka Kebakaran di Tahun 2025 Turun Drastis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!