Salah satu JPO (Jempatan Penyebrangan Orang) di Kota Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Wajah Jakarta kini semakin modern dan ramah bagi pejalan kaki. Bukan sekadar beton kaku yang membentang di atas jalan raya, fasilitas penyeberangan di Ibu Kota kini bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetik dan inklusif.
Kabar baik ini datang dengan berdirinya dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru yang super kece, yakni JPO Pesanggrahan di Kembangan, Jakarta Barat, dan JPO Pangkalan Jati di Jakarta Timur.
Kehadiran fasilitas publik anyar ini tentu menjadi angin segar bagi warga yang sehari-hari berjibaku dengan padatnya lalu lintas Jakarta.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, secara khusus menyoroti kehadiran dua fasilitas modern ini. Dalam tinjauannya pada Jumat (2/1/2026), Yuke mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya anak muda Jakarta, untuk turut serta menjadi "guardian" atau penjaga bagi fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran daerah ini.
Menurutnya, JPO Pesanggrahan dan Pangkalan Jati bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan jawaban nyata atas aspirasi warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Baca juga: Komisi D DPRD DKI Dorong Pembangunan Lebih Efisien dan Tepat Sasaran
Proses pembangunan yang memakan waktu sekitar tujuh bulan ini didasari oleh kebutuhan mendesak di kedua lokasi tersebut.
Kawasan Pesanggrahan dan Pangkalan Jati dikenal sebagai titik persimpangan yang sangat padat aktivitas. Tanpa fasilitas penyeberangan yang memadai, risiko kecelakaan bagi pejalan kaki sangat tinggi.
Oleh karena itu, kehadiran JPO ini bukan hanya soal keindahan kota, melainkan soal nyawa dan keselamatan warga yang melintas setiap harinya.
Salah satu hal yang paling layak diapresiasi dari kedua JPO ini adalah konsep inklusivitasnya. Yuke menegaskan bahwa Jakarta sedang bergerak menuju kota yang ramah bagi semua kalangan.
JPO ini telah dilengkapi dengan fasilitas lift yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Tak hanya fungsional, desain arsitekturnya pun dibuat menarik dengan ornamen kearifan lokal yang mencerminkan karakter wilayah masing-masing, menjadikannya spot yang Instagramable namun tetap berkarakter.
Isu keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pembangunan fasilitas ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah menekankan penggunaan material canggih berbahan conwood (concrete wood).
Pemilihan material ini bukan tanpa alasan, melainkan strategi cerdas untuk mencegah aksi vandalisme dan pencurian material besi yang kerap terjadi pada fasilitas umum di masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta