Perkuat Sinergi K3 Menuju Lingkungan Kerja Zero Accident (aldi geri lumban tobing)
JAKARTA – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta melalui UPT Pusat Hiperkes dan KK menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Perusahaan untuk Menciptakan Lingkungan Kerja yang Selamat dan Sehat.”
Kegiatan ini berlangsung di Kantor UPT Hiperkes dan KK, Cempaka Putih. FGD ini menjadi platform kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh sektor, terutama di Jakarta yang merupakan pusat kegiatan ekonomi nasional.
Narasumber acara antara lain Muchamad Yusuf dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Lintong Silalahi dari PT Perusahaan Gas Negara, membahas strategi sinergi kebijakan pemerintah dan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Kepala Dinas Nakertransgi, Syaripudin, menekankan pentingnya K3 sebagai pilar utama pembangunan ketenagakerjaan berkelanjutan.
Menurut data Kemenaker, pada 2024 tercatat lebih dari 462.000 kasus kecelakaan kerja di Indonesia, dengan 23.399 kasus di Jakarta, setara 733 kasus per 100.000 pekerja.
Syaripudin memaparkan lima fokus penguatan K3: implementasi di semua sektor, integrasi kebijakan pencegahan kecelakaan, pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring dan edukasi, peningkatan kapasitas SDM K3, dan pengembangan ekosistem kolaboratif antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. “FGD ini diharapkan bukan hanya diskusi, tetapi awal langkah nyata menuju zero accident dan kesejahteraan pekerja,” ujar Syaripudin.
Baca juga: Pelajar SMAN 74 Jakarta Antusias Ikuti Satpol PP Goes To School
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta