Acara Jaga Jakarta Penuh Warna (folmer)
JAKARTA — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, saat ribuan warga berkumpul dalam acara "Jaga Jakarta Penuh Warna".
Acara ini menjadi simbol persatuan serta ajakan terbuka dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno kepada masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga ibu kota.
"Jakarta hari ini benar-benar aman. Kita lihat sendiri, semua tempat penuh sesak, orang-orang berkumpul dengan gembira. Ini bukti nyata bahwa kota ini sudah pulih dan siap menyambut siapa pun dengan tangan terbuka," ujar Pramono di tengah keramaian acara, Minggu pagi.
Didampingi Rano Karno, Pramono mengajak semua pihak — warga, swasta, komunitas, hingga pemangku kebijakan — agar menjaga Jakarta sebagai rumah bersama. Ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan kota hanya dapat terwujud jika semua orang turut ambil bagian.
Acara yang digelar bertepatan dengan Car Free Day ini memadukan aktivitas olahraga dan pertunjukan seni budaya. Ribuan peserta dari berbagai penjuru Jakarta turut serta dalam sesi zumba massal, pertunjukan flash mob, serta penampilan dari sejumlah panti sosial yang menampilkan bakat luar biasa dari penyandang disabilitas.
"Melalui tema 'Jaga Jakarta', kita ingin menegaskan bahwa kota ini milik kita semua. Warna-warni keberagaman harus dirawat agar tetap indah. Kita jaga bukan hanya fasilitasnya, tapi juga hati dan kebersamaan kita," tambah Pramono. Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan bahwa kegiatan ini adalah gelaran kedua dari rangkaian acara bulanan yang akan terus digelar hingga puncaknya di tahun 2027 — bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta. "Ini bukan sekadar acara hiburan.
Ada pesan kuat di dalamnya: seni, olahraga, dan solidaritas bisa menjadi sarana untuk menyatukan warga. Apalagi bulan ini juga bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional," jelas Rano. Ia juga menyoroti kolaborasi luar biasa pasca unjuk rasa beberapa waktu lalu, di mana masyarakat lintas usia dan latar belakang ikut serta membersihkan dan mengecat ulang halte-halte umum, menunjukkan semangat gotong royong khas Jakarta.
"Anak-anak SMA/SMK, ojek online, warga biasa, semua turun tangan. Kita buktikan Jakarta tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga kuat karena warganya peduli," tegasnya. Rano pun optimis bahwa pada tahun 2027, saat Jakarta genap berusia lima abad, acara puncak bisa mengumpulkan lebih dari satu juta peserta sebagai wujud kecintaan warga terhadap kota ini.
Baca juga: Festival Ciliwung 2025: Parade Perahu dari Botol Plastik Warnai Peringatan Hari Sungai Sedunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta