imposium Sastra Internasional (aldi geri lumban tobing)
JAKARTA- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin menyelenggarakan Simposium Sastra Internasional mulai 24 hingga 26 September 2025.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra HB Jassin 2025 yang mengangkat peran penting HB Jassin sebagai "Paus Sastra Indonesia" dalam mendokumentasikan dan melestarikan karya sastra nasional. Simposium resmi dibuka oleh Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, yang menyambut kehadiran lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk peneliti, mahasiswa, sastrawan, akademisi, serta pustakawan dan arsiparis.
Nasruddin menekankan bahwa simposium ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan juga penghargaan atas dedikasi HB Jassin serta kesempatan bertukar gagasan terkait isu-isu kesusastraan kontemporer di era modern.
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, Diki Lukman Hakim, menambahkan bahwa kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi antara Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, Dewan Kesenian Jakarta, dan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia.
Simposium ini juga memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Sastra UNESCO sejak 2021, sekaligus menjadi platform akademis membahas perkembangan terbaru dunia sastra. Acara dimeriahkan oleh pandangan dari budayawan Nirwan Dewanto dari Indonesia dan Datuk Lim Swee Tin dari Malaysia, yang mengupas dinamika sastra masa kini dan pentingnya dokumentasi karya sastra dalam konteks global. Mereka mengapresiasi kerja HB Jassin yang berkontribusi besar bagi kajian sastra di Indonesia dan kawasan Melayu.
Kasatpel Pengolahan dan Pendokumentasian Sastra, Nurcahyo Y Hermawan, menjelaskan bahwa simposium menyajikan sepuluh panel diskusi bertema kajian sastra kontemporer, arsip, dokumentasi sastra, serta manuskrip dan tradisi lisan. Tiga puluh pemakalah dari Indonesia dan Malaysia turut berbagi pemikiran, termasuk nama-nama seperti Melani Budianta, Sunu Wasono, dan Ayu Utami.
Diharapkan, simposium ini bisa menyemangati para penggiat sastra untuk terus berkarya, meneliti, dan melestarikan warisan sastra Indonesia. Keberhasilan acara juga menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas lembaga dan negara dalam mengembangkan dunia sastra.
Sebagai informasi, Festival Sastra HB Jassin berlangsung sejak Juli 2025 dan akan mencapai puncaknya pada 18 Oktober 2025 dengan malam anugerah Piala HB Jassin yang akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, menghadirkan musisi Ebiet G Ade. Festival ini juga mencakup pameran dan berbagai diskusi sastra yang sudah berjalan.
Baca juga: Pasukan Oranye Sigap Bersihkan Puing Kebakaran di Bidara Cina
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta