Dinkes Pastikan Kesiagaan Layanan 24 Jam (istimewa)
JAKARTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, tetap siaga penuh selama 24 jam untuk memberikan pelayanan medis bagi warga yang terdampak unjuk rasa. Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa sejak meningkatnya eskalasi aksi beberapa hari terakhir, tim medis telah aktif melakukan penanganan di berbagai titik.
“Hingga Minggu pagi pukul 07.00, kami telah menangani 469 warga. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia, 97 menjalani perawatan inap, dan 371 lainnya ditangani secara rawat jalan,” ujar Ani.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan bagi korban terdampak ditanggung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Pasien-pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah kota, seperti RSUD Koja, RS Budhi Asih, RS Hermina, RSPAD Gatot Soebroto, RS Pelni, dan RS POLRI, serta beberapa Puskesmas yang ditunjuk.
“Tim kami juga menyiagakan 24 unit ambulans, lengkap dengan tenaga medis dan pengemudi yang siap siaga selama 24 jam penuh,” tambahnya.
Dukungan kegawatdaruratan ini juga diperkuat oleh PK3D (Pusat Krisis Kesehatan dan Kegawatdaruratan Daerah), yang bekerja sama dengan tim Gawat Darurat dari RSUD dan Puskesmas.
Total ada tujuh dokter, 59 perawat, dan tujuh pengemudi ambulans yang dikerahkan untuk memastikan pelayanan berjalan lancar. “Ini bagian dari komitmen kami untuk menjamin setiap warga mendapat penanganan cepat, tepat, dan aman di tengah situasi darurat,” tutup Ani.
Baca juga: Warga Tetap Berolahraga di CFD Sudirman-Thamrin Meski Tak Seramai Biasanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta