JAKARTA- Dricus du Plessis mungkin kehilangan sabuk juara kelas menengah di UFC 319, tapi ia tetap menjunjung sportivitas tinggi.
Usai pertarungan lima ronde melawan Khamzat Chimaev di Chicago, petarung asal Afrika Selatan itu langsung mengakui keunggulan lawannya.
“Selamat buat Khamzat. Dia memang layak dapat gelar ini, 100 persen,” ujar Dricus dalam wawancara seusai laga.
Pertarungan itu jauh dari kata mudah bagi Dricus. Sejak awal ronde, Chimaev tampil agresif, menekan terus-menerus dengan teknik grappling yang membuat Dricus tak berkutik.
Skor juri pun mencerminkan dominasi itu: 50-44 untuk Chimaev. “Dia bukan hanya kuat, tapi juga pintar. Rasanya kayak dia tahu langkah saya sebelum saya lakukan,” lanjut Dricus.
Alih-alih mencari alasan, Dricus justru memberi pujian penuh pada lawannya sesuatu yang jarang dilakukan petarung seusai kehilangan gelar.
Ia menyebut Chimaev tak hanya bermain lebih baik, tapi juga menjalankan strategi dengan sangat efektif.
Namun, bagi Dricus, perjalanan belum selesai.
“Dia menang malam ini. Tapi saya bakal kembali. Sabuk itu belum selesai buat saya,” tegasnya.
Dengan kemenangan ini, Chimaev resmi menjadi juara baru kelas menengah UFC sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan 15 kemenangan beruntun.
Nama-nama besar kini mengintai, dari Caio Borralho hingga Paulo Costa.
Pertanyaannya: Apakah Dricus bisa bangkit dan kembali menantang? Atau era baru Chimaev akan dimulai?
Baca juga: Pertarungan Dua Kapten Panaskan Duel Dewa United vs Borneo di IBL 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA