JAKARTA – Aula Akademi Bela Negara NasDem siang itu terasa sunyi. Surya Paloh berdiri di depan peti jenazah, memimpin penghormatan terakhir untuk almarhum IGK Manila.
Pria yang dikenal setia pada nilai kebangsaan itu wafat Senin pagi, meninggalkan duka di tubuh partai.
Paloh bicara pelan tapi tegas. Menurutnya, Manila bukan orang sembarangan.
“Ia mendedikasikan seluruh hidupnya, tanpa hitung-hitungan,” katanya.
Bukan cuma menjabat sebagai Gubernur ABN, almarhum juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai. Jenazah disemayamkan dua malam di ABN.
Lalu, Rabu pagi akan dikremasi di RSPAD Gatot Soebroto. Prosesi itu sesuai pesan Manila sendiri. Beberapa tokoh NasDem hadir.
Ada Viktor Laiskodat, Sugeng Suparwoto, Siti Nurbaya, sampai Hermawi Taslim.
Mereka datang bukan cuma karena jabatan, tapi karena merasa kehilangan sosok yang mereka anggap guru.
Baca juga: PKS Serap Aspirasi 13 Asosiasi Haji dan Umrah Terkait RUU PIHU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA