JAKARTA – Pemerintah akhirnya ambil langkah konkret buat dorong dunia usaha lebih aktif libatkan anak muda lewat program magang.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bilang bahwa perusahaan yang membuka ruang pemagangan akan dapat “bonus” dalam bentuk potongan pajak yang lebih gede dari biasanya.
“Kalau ada perusahaan yang mau serius bikin program magang atau vokasi, kita kasih super insentif. Potongannya bisa signifikan,” ujar Muhaimin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin malam (28/7).
Buat pemerintah, magang bukan cuma soal bantu mahasiswa atau lulusan baru cari pengalaman, tapi jadi cara buat mempercepat penyerapan tenaga kerja dan naikin produktivitas industri.
Muhaimin juga bilang, pemerintah gak mau kerja sendiri.
Ia mengajak industri untuk ngobrol bareng, cari cara paling efektif buat merekrut lewat jalur magang atau pelatihan. “Kami terbuka banget. Silakan ajak diskusi, kita siap,” katanya.
Di rapat itu, selain Menko, hadir juga perwakilan dari berbagai kementerian—termasuk bidang pendidikan, keuangan, ketenagakerjaan, hingga BUMN.
Dari sektor swasta, ada juga Pandu Sjahrir yang ikut memberi pandangan soal kesiapan dunia industri. Intinya, pemerintah pengen bikin jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja supaya anak muda bisa lebih cepat masuk ke pasar tenaga kerja.
Harapannya, ini bukan cuma ngurangin pengangguran, tapi juga bikin ekonomi jalan lebih kenceng.
Baca juga: Kebakaran di Taman Puring, 4 Tahan Polsek Kebayoran Baru Dipindahkan ke Polres Jaksel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA