JAKARTA- Empat siswa terbaik dari Indonesia akan terbang ke Sucre, Bolivia, untuk mengikuti ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.
Mereka adalah hasil seleksi dan pembinaan panjang dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ajang IOI, yang akan digelar pada 27 Juli–3 Agustus 2025, menjadi panggung unjuk kemampuan pemrograman dan penyelesaian masalah algoritmik dari peserta berbagai negara.
Tahun ini, lebih dari 650 peserta dari 98 negara dijadwalkan hadir. Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebutkan bahwa keempat siswa tersebut telah melalui berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari Olimpiade Sains Nasional tingkat kota hingga nasional, sebelum akhirnya lolos sebagai wakil Indonesia.
Beberapa diantaranya:
“Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga tentang proses panjang yang mengasah kemampuan dan mental mereka,” ujar Irene.
Para peserta didampingi oleh Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.
Optimisme pun disampaikan Ammar. “Kami berharap mereka bisa tampil maksimal dan membawa pulang medali emas,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, juga memberi apresiasi. Ia menekankan bahwa perjalanan mereka mewakili semangat dan harapan bangsa dalam mencetak talenta digital unggulan masa depan.
Baca juga: Rano Karno Ajak Warga Jakarta Jaga Anak-anak dengan Lebih Perhatian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA