JAKARTA — Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menilai kondisi layanan kesehatan di ibu kota masih butuh banyak pembenahan.
Dalam rapat pembahasan anggaran perubahan 2025, ia menyoroti langsung puskesmas yang belum memadai di sejumlah wilayah.
"Di Cilandak Barat dan Semper Timur, misalnya. Kita masih temui belum ada puskesmas standar. Padahal ini kebutuhan dasar," ujar Justin saat ditemui usai rapat, Jumat (11/7).
Rapat tersebut juga menyetujui kenaikan anggaran Dinas Kesehatan dari Rp10,93 triliun jadi Rp11,4 triliun. Walau lebih kecil dari yang diusulkan, Komisi E tetap mendorong agar dana yang tersedia bisa digunakan tepat sasaran.
Baca juga: Rano Karno Usul Jakarta Gelar Pameran di Shanghai pada tahun 2027
Menurut Justin, revitalisasi tak bisa ditunda. Ia juga menyoroti kekurangan tempat tidur di puskesmas serta alat kesehatan yang belum merata.
Masalah ketersediaan obat pun masih kerap dikeluhkan warga. “Yang namanya obat dasar aja sering kosong. Ini harus jadi prioritas,” katanya.
Tak hanya soal fasilitas, sistem rujukan pasien dan layanan ambulans seperti JakAmbulans juga diminta diperbaiki. Komisi E ingin pelayanan berbasis kebutuhan riil warga, bukan sekadar laporan teknis.
“Kita perlu dengar langsung apa yang dikeluhkan warga, bukan hanya angka,” ujar dia.
Baca juga: Debut Cerah Fabio Calonego: Awal yang Menjanjikan di Persija
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta