BTN JAKIM 2026 Siap Gebrak Jakarta, Bukti Nyata Ibu Kota Teraman Menjadi Pusat Olahraga Dunia
JAKARTA - Pernahkah kamu merasakan euforia luar biasa saat berlari bersama puluhan ribu orang dengan latar belakang deretan gedung pencakar langit ibu kota yang megah di pagi hari?
Jika lari bukan lagi sekadar rutinitas olahraga melainkan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari buat kamu, maka bersiaplah untuk menyambut momen yang paling dinantikan tahun ini.
Gelaran akbar BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) dipastikan akan kembali mengguncang jalanan Jakarta secara resmi pada tanggal 13 hingga 14 Juni 2026 mendatang.
Tidak tanggung-tanggung, ajang perlombaan lari bertaraf internasional ini diproyeksikan akan menyedot animo masif hingga puluhan ribu peserta dari seluruh penjuru dunia.
Acara bergengsi ini bukan sekadar tentang siapa yang bisa mencapai garis akhir paling cepat, tetapi menjadi panggung perayaan kebersamaan, kesehatan, dan bukti nyata bahwa Jakarta semakin mantap menobatkan dirinya sebagai destinasi sport tourism terkemuka di Asia Tenggara.
Baca juga: Baliho Film Horor “Aku Harus Mati” Dicopot, Pemprov DKI Jakarta Beri Peringatan Keras
Komitmen penuh dan keseriusan tingkat tinggi ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta demi menyukseskan gelaran akbar ini.
Saat menghadiri acara konferensi pers BTN Jakarta International Marathon 2026 yang diselenggarakan secara meriah di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (14/4/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan dukungannya secara langsung.
Ia menjanjikan penyediaan fasilitas dan pengamanan terbaik agar acara internasional ini dapat berlangsung mulus tanpa hambatan berarti.
"Secara sungguh-sungguh, Pemerintah DKI Jakarta ingin memberikan dukungan semaksimal mungkin agar penyelenggaraannya berjalan dengan baik," ujar Pramono.
Menurutnya, perhelatan JAKIM 2026 bukan sekadar acara olahraga musiman yang lewat begitu saja.
Hal ini merupakan sarana promosi dan panggung pembuktian bagi ibu kota di mata komunitas global, sekaligus simbol keamanan kota.
Tahukah kamu bahwa Jakarta saat ini bangga menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara, tepat di bawah Singapura?
Keamanan kota yang terus terjaga stabil di tengah rentetan perayaan hari besar keagamaan telah menjadi fondasi kuat bagi kepercayaan publik.
"Saya dengar itu, yang sebelumnya nggak pernah terjadi. Kita sekarang hanya kalah dari Singapura dan momentum untuk penyelenggaraan Jakarta International Marathon ini menurut saya juga akan memperkuat itu," jelas Pramono.
Selain mengukuhkan reputasi positif dalam hal keamanan kota, BTN JAKIM 2026 juga diharapkan mampu memutar roda ekonomi masyarakat Jakarta dengan sangat kencang.
Gubernur Pramono memproyeksikan adanya multiplier effect (dampak berganda) yang akan langsung menyentuh berbagai sektor vital di lapangan.
Kedatangan puluhan ribu pelari pasti akan mendongkrak tingkat hunian berbagai kelas perhotelan secara drastis, menghidupkan sektor kuliner, memaksimalkan penggunaan transportasi publik, serta mendatangkan keuntungan finansial yang besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal maupun ritel peralatan olahraga.
"Hotel-hotel pasti penuh, masyarakat datang dari mana saja, dan UMKM kita pasti berjalan dengan baik," lanjut Pramono.
Ia juga sangat mengapresiasi pentingnya kolaborasi erat lintas sektor, khususnya dengan aparat penegak hukum guna memastikan sterilisasi rute secara total agar pelari aman.
"Kami betul-betul ingin membuat para pelari yang ikut Jakarta International Maraton ini happy dan mereka punya memori yang baik tentang penyelenggaraannya, dan mudah-mudahan mereka akan ketagihan untuk selalu ikut Jakarta International Maraton," tambahnya.
Minat masyarakat luas untuk ikut serta dalam ajang ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Direktur Utama (Dirut) BTN, Nixon Napitupulu, membeberkan fakta bahwa pendaftaran peserta tahun ini benar-benar dibanjiri peminat yang luar biasa.
"Kita melihat pertama dari sisi animo ya, animo yang daftar itu memang cukup gila-gilaan lah menurut saya ya," ungkap Nixon.
Tren lonjakan ini membuktikan bahwa lari memang telah bertransformasi menjadi gaya hidup modern yang digemari warga ibu kota.
Sebagai perbandingan nyata, pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu, jumlah peserta sukses mencapai angka 31 ribu orang dari 53 negara.
Kini, target tahun 2026 melonjak tajam menjadi 40 ribu peserta. Jumlah ini sudah mencakup partisipasi 1.000 pelari elit internasional dari 45 negara, dan angkanya diprediksi masih akan terus bertambah.
Untuk mengakomodir jumlah peserta yang masif tersebut, penyelenggara menerapkan standar keselamatan tertinggi dengan predikat Elite Road Race Label dari World Athletics.
Selama di lintasan, kamu akan dimanjakan dengan penyediaan water stations, cooling zones penyegar tubuh, fitur live tracking, hingga cheering zones yang meriah.
Dukungan medis berlapis, termasuk tenda kesehatan dan tenaga medis bersistem respons cepat, juga telah disiagakan di berbagai titik krusial.
Nantinya, BTN JAKIM 2026 akan membagi keseruannya dalam empat kategori jarak, yakni 5K, 10K, Half Marathon, dan Full Marathon. Jadi, apakah kamu sudah menyiapkan sepatu lari terbaikmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta