JAKARTA - Pernahkah kamu merasakan euforia berbelanja kebutuhan hari raya di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara?
Memasuki pertengahan Ramadhan, gairah belanja warga ibu kota mulai memuncak.
Tradisi membeli baju baru seakan menjadi agenda wajib menyambut Idulfitri.
Tahun ini, Gedung Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali membuktikan diri sebagai magnet utama bagi pemburu pakaian trendi dengan harga miring.
Lonjakan pengunjung sukses membuat para pedagang tersenyum lebar. Peningkatan omzet yang dilaporkan menyentuh angka fantastis, membuktikan roda ekonomi ritel fesyen lokal berputar kencang.
Baca juga: Satpol PP Kecamatan Jatinegara Razia Miras dan PPKS, Jamin Kenyamanan bagi Warga Selama Ramadhan
Artikel ini akan mengajak kamu mengintip geliat transaksi busana muslim di Tanah Abang yang mencatatkan kenaikan omzet hingga 70 persen, serta membongkar tren busana apa saja yang paling diburu warga tahun ini.
Suasana riuh rendah khas tawar-menawar langsung menyambut siapa saja yang menginjakkan kaki di Gedung Blok A Pasar Tanah Abang.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (11/3/2026) siang, lorong-lorong pasar tampak dipadati ratusan pengunjung yang antusias.
Meski cuaca ibu kota terik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pembeli yang sibuk menenteng kantong plastik belanjaan.
Mereka berkerumun di berbagai kios yang menawarkan beraneka ragam koleksi gamis, tunik, dan baju koko. Keramaian yang terasa sejak awal puasa ini diprediksi tidak akan surut.
Pedagang meyakini gelombang kedatangan pembeli dari penjuru Jabodetabek akan terus memuncak hingga menjelang Minggu (15/3/2026) mendatang.
Fakta ini menegaskan sentralnya peran Tanah Abang memenuhi kebutuhan sandang masyarakat.
Ledakan jumlah pengunjung ini berbanding lurus dengan pundi-pundi pendapatan penjual. Nova Marlina (35), pegawai toko busana muslim di Gedung Blok A, membagikan kisah suksesnya.
Menurut pengakuannya, toko tempatnya bekerja mengalami lonjakan omzet drastis dibandingkan Ramadhan tahun lalu.
"Alhamdulillah, kenaikan penjualan busana muslim naik sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu. Pembeli sudah mulai ramai berdatangan sejak awal hingga memasuki pekan ketiga Ramadhan ini," ujar Nova penuh syukur.
Ia menyebutkan arus pembeli yang mampir ke tokonya sangat stabil, mencapai 30 hingga 50 orang setiap hari.
Momentum bulan puasa benar-benar menjadi ladang panen raya bagi pelaku UMKM. Nova berharap tren padat ini terus bertahan hingga cuti bersama tiba.
Dari sekian banyak model pakaian yang digantung rapi di etalase toko, pasti ada beberapa jenis busana yang berhasil mencuri perhatian mayoritas masyarakat.
Baca juga: Cetak Sejarah! Jakarta Resmi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026 Pertama di Dunia
Nova mengungkapkan bahwa pada tahun ini, selera pasar sedikit mengerucut pada gaya fesyen yang elegan namun tetap memberikan kenyamanan ekstra untuk beraktivitas seharian penuh.
Untuk kategori pria, baju koko dan model sadariah masih memiliki tempat yang spesial di hati pelanggan. Namun, primadona sejati pada Ramadan kali ini adalah busana untuk kaum hawa.
"Busana muslim yang sedang tren dan ramai diburu pembeli gamis binor dan tunik," ungkapnya.
Bahan yang jatuh, adem saat dikenakan, serta perpaduan motif menarik membuat gamis binor laku keras di pasaran.
Sementara itu, atasan tunik menawarkan fleksibilitas gaya karena sangat mudah dipadupadankan dengan bawahan celana maupun rok. Kedua busana ini menjadi pilihan aman namun bergaya.
Lantas, apa sebenarnya alasan utama yang membuat ribuan orang rela menembus kemacetan menuju pusat perbelanjaan grosir ini?
Jawabannya jelas terletak pada kombinasi maut antara variasi produk yang seakan tak terbatas dan harga jual yang sangat bersahabat di kantong para pekerja.
Sari (25), seorang warga asal Bekasi yang rela menempuh perjalanan cukup panjang menuju ibu kota, ikut membagikan pengalaman pribadinya.
Ia memang sengaja meluangkan waktu secara khusus untuk berburu pakaian muslim, aneka hijab, hingga baju koko di Tanah Abang karena harganya dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan butik modern.
"Saya berbelanja pakaian muslim dan hijab serta baju koko untuk oleh-oleh keluarga di Solo," tuturnya sambil memperlihatkan hasil buruannya.
Cerita Sari ini sangat merepresentasikan kebiasaan banyak pekerja perantau di kawasan aglomerasi Jabodetabek yang memanfaatkan keberadaan pusat grosir murah.
Melihat tren positif dari antusiasme belanja para warga di Gedung Blok A Pasar Tanah Abang, industri ritel fesyen jelas sedang menikmati masa keemasan di bulan penuh berkah ini.
Peningkatan omzet fantastis hingga 70 persen adalah bukti nyata bahwa tradisi persiapan Lebaran mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh di Jakarta.
Bagi kamu yang sampai saat ini belum sempat melengkapi koleksi busana untuk hari raya, akhir pekan ini adalah waktu yang paling direkomendasikan untuk mulai berburu gamis incaranmu.
Baca juga: Beasiswa S1-S3 Azerbaijan 2026 Telah Dibuka: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftarannya Disini!
Namun, pastikan kamu datang lebih awal dan mempersiapkan stamina ekstra, karena ribuan warga lainnya pasti memiliki agenda serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta