5 Spot Legendaris Berburu Takjil di Jakarta, Bikin Buka Puasa Kamu Makin Asyik dan Meriah!
JAKARTA - Siapa yang bisa menahan godaan aroma gorengan hangat atau segarnya es buah saat jarum jam mulai mendekati waktu magrib?
Di Jakarta, tradisi "ngabuburit" bukan sekadar menunggu waktu berbuka, melainkan sebuah petualangan kuliner berburu takjil yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Sebagai warga Jakarta, kamu pasti tahu bahwa mencari takjil adalah momen seru untuk mengeksplorasi cita rasa nusantara yang mendadak berkumpul di satu titik.
Dari hiruk-pikuk Bendungan Hilir hingga kawasan bersejarah di Senen, artikel ini akan memandu kamu menyusuri lima lokasi paling legendaris di Jakarta Pusat yang wajib dikunjungi agar momen berbuka puasa kamu menjadi lebih istimewa dan berwarna.
Mengapa Berburu Takjil Jadi Tradisi Wajib?
Bulan Ramadhan di Jakarta selalu membawa atmosfer yang berbeda. Ketika sore hari tiba, ruas-ruas jalan yang biasanya padat dengan kendaraan para pekerja kantoran, perlahan berubah menjadi pasar kaget yang dipenuhi kepulan asap bakaran sate dan deretan plastik berwarna-warni berisi minuman segar.
Fenomena ini melibatkan siapa saja, mulai dari anak muda hingga orang tua, yang berbondong-bondong keluar rumah demi mencari kudapan pembatal puasa.
Bagi kamu yang bekerja atau tinggal di sekitar Jakarta Pusat, pilihan lokasi berburu takjil sangatlah melimpah.
Namun, dari sekian banyak titik, ada lima tempat yang menyandang status "legendaris" karena kelengkapan menu dan suasana khasnya yang tidak ditemukan di tempat lain.
Mari kita bedah satu per satu destinasi kuliner Ramadhan ini agar kamu tidak bingung lagi mau jajan di mana sore nanti.
Pasar Takjil Benhil, Pusatnya Jajanan Ramadhan Paling Populer
Jika ditanya di mana pusat takjil paling terkenal di Jakarta, maka jawabannya adalah Pasar Bendungan Hilir atau yang akrab disebut Pasar Benhil.
Terletak di jantung Jakarta Pusat, sepanjang Jalan Bendungan Hilir bertransformasi menjadi surga kuliner selama bulan puasa.
Ribuan orang memadati area ini setiap sore, membuat suasana ngabuburit terasa sangat hidup.
Di sini, kamu bisa menemukan hampir semua jenis gorengan dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 saja.
Namun, yang membuat Benhil istimewa adalah keberadaan menu-menu khas daerah yang sulit ditemukan di hari biasa.
Kamu wajib mencoba bubur jagung khas Aceh yang manis dan gurih, atau bubur kampiun yang kaya rasa.
Bagi pecinta kuliner Minangkabau, jangan lewatkan lamang baluo (ketan santan berisi kelapa manis) dan lupis ketan yang disiram kuah gula merah kental.
Masjid Sunda Kelapa, Berbuka dengan Nuansa Islami yang Kental
Bergeser ke kawasan Menteng, Masjid Sunda Kelapa menawarkan pengalaman berburu takjil yang lebih tertata dan bernuansa religius.
Halaman sekitar masjid dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan berkualitas.
Baca juga: Jelang Lebaran 1447 H, Pulau Pramuka Bersolek Manjakan Wisatawan Kepulauan Seribu
Lokasi ini sangat cocok buat kamu yang ingin jajan takjil sekaligus melaksanakan salat Magrib berjamaah tanpa harus terburu-buru.
Menu favorit di sini sangat beragam. Kamu bisa menemukan roti maryam dengan berbagai topping kekinian, kue cubit yang lumer di mulut, hingga siomay yang menggugah selera.
Jika kamu ingin langsung menyantap makanan berat setelah berbuka, Masjid Sunda Kelapa juga menyediakan banyak pilihan seperti nasi pecel, nasi goreng, hingga sate Padang yang aromanya menusuk hidung.
Keunikan di sini adalah suasananya yang relatif lebih tenang dibandingkan Benhil, namun tetap menawarkan variasi rasa yang juara.
Masjid Cut Meutia, Takjil Gratis dan Suasana Sejarah
Masih di area Menteng, tepatnya dekat Stasiun Gondangdia, terdapat Masjid Cut Meutia yang bangunannya sangat ikonik karena merupakan cagar budaya peninggalan Belanda.
Berburu takjil di sini memberikan sensasi tersendiri karena kamu bisa duduk-duduk di area pelataran masjid yang asri.
Meskipun skalanya tidak sebesar Sunda Kelapa, pilihan makanannya tetap menarik. Ada gorengan, lontong sayur, kolak pisang, hingga aneka es segar.
Menariknya, Masjid Cut Meutia sering menyediakan takjil gratis berupa air mineral dan kue bagi para musafir atau jamaah yang hadir.
Sambil menunggu beduk, kamu juga bisa melihat-lihat pedagang yang menjajakan peci dan sarung baru untuk persiapan Lebaran.
Masjid Cut Meutia menjadi spot paling strategis bagi kamu yang ingin langsung melanjutkan ibadah salat Tarawih di lokasi yang bersejarah.
Jalan Sabang, Kuliner Malam yang Melegenda
Siapa yang tidak tahu Jalan Sabang? Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai pusat kuliner malam di Jakarta Pusat.
Saat Ramadhan, Jalan Sabang menjadi semakin meriah sejak sore hari. Kamu bisa menemukan berbagai macam takjil tradisional seperti kolak, sop buah, hingga es kelapa muda yang sangat segar untuk membasuh dahaga.
Keunggulan berburu takjil di Jalan Sabang adalah kamu memiliki opsi kuliner yang tidak terbatas untuk makan malam.
Baca juga: Jaga Ramadhan 1447 H Tetap Kondusif, Satpol PP Jaksel Sita Ratusan Botol Miras Ilegal di Dua Lokasi
Setelah membatalkan puasa dengan takjil ringan, kamu bisa langsung memesan nasi goreng kambing yang tersohor atau soto ceker yang gurih.
Tempat ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang ingin menikmati suasana "Jakarta banget" dengan gemerlap lampu kota dan hiruk-pikuk aktivitas kulinernya.
Jalan Kramat Raya (Senen), Surganya Takjil Khas Padang
Bagi kamu pecinta masakan Sumatera Barat, Jalan Kramat Raya di kawasan Senen adalah destinasi wajib.
Kawasan ini memang sudah terkenal sebagai pusat Nasi Kapau, namun saat bulan puasa, menunya menjadi lebih lengkap dengan hadirnya takjil khas Ranah Minang yang otentik.
Di sini, kamu bisa mencicipi lamang tape (ketan yang dimasak dalam bambu disajikan dengan tape ketan hitam) yang rasanya manis-asam menyegarkan.
Selain itu, bubur kampiun di sini dikenal memiliki rasa yang sangat otentik.
Jika perut sudah siap menerima makanan berat, kamu akan dihadapkan pada deretan rumah makan Nasi Kapau dengan lebih dari 30 pilihan lauk nikmat, mulai dari gulai tambusu, ayam pop, hingga sop iga yang melimpah bumbunya.
Agar pengalaman kamu berburu takjil makin asyik, kamu perlu perhatikan tiga tips berikut ini.
Pertama, datang lebih awal. Usahakan sudah sampai di lokasi sekitar jam 16.00 atau 16.30 WIB untuk menghindari kemacetan parah dan kehabisan menu favorit.
Kedua, jangan lupa siapkan uang tunai. Sebagian besar pedagang takjil adalah pedagang kaki lima, jadi uang tunai pecahan kecil akan sangat memudahkan transaksi kamu.
Terakhir dan yang paling utama ialah jaga kebersihan. Pastikan kamu membuang sampah sisa takjil di tempat yang telah disediakan agar kawasan wisata kuliner kita tetap bersih.
Berburu takjil di Jakarta memang memerlukan sedikit usaha di tengah kemacetan, namun rasa puas saat menyantap kudapan favorit bersama teman atau keluarga adalah hadiah yang setimpal.
Dari kelima spot di atas, mana yang jadi favorit kamu sore ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber