Minggu, 26 JULI 2026 • 18:26 WIB

Sah! Sirkuit Sepang Malaysia Resmi Kembali Gelar F1 Setelah Vakum 9 Tahun

Author

Gelaran Formula 1 (F1) GP Malaysia Musim 2010 (Wikipedia)

JAKARTA - Setelah lama menghilang dari kalender balap Formula 1 (F1), akhirnya secara resmi kembali menyambangi negara tetangga kita, Malaysia.

Sirkuit Sepang siap jadi tuan rumah F1 dalam lanjutan musim 2026. Menariknya, balapan ini tuh nggak pakai embel-embel Grand Prix (GP) Malaysia, tapi diselenggarakan sebagai ajang pengganti GP Bahrain di Malaysia.

Keputusan tersebut diambil menyusul eskalasi konflik Timur Tengah yang memaksa gelaran GP Bahrain harus dibatalin demi keamanan semua pihak.

Mengutip laman Crash.net, balapan di Sirkuit Sepang bakal digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang ini nantinya akan ditaruh di kalender F1 antara GP Azerbaijan pada 26 September dan GP Singapura pada 11 Oktober.

Rangkaian jadwal yang padat ini tuh nyiptain tiga pekan balapan berturut-turut alias triple header yang sayang kalau kamu skip gitu aja.

Baca juga: Gantikan Seri Timur Tengah, Malaysia Siap Comeback Jadi Tuan Rumah F1 2026?

Awalnya, pihak manajemen F1 berharap bisa balikin jadwal GP Bahrain ke slot bulan Oktober.

Namun, situasi keamanan yang terus memburuk membuat rencana tersebut segera dibatalkan demi keselamatan seluruh pembalap dan kru tim.

Perubahan kalender balap musim ini sama sekali nggak lepas dari imbas peperangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Hal ini memaksa pihak penyelenggara untuk mengambil langkah cepat dengan membatalkan balapan di negara Bahrain dan Arab Saudi.

Kondisi tersebut sempat membuat total kalender balap berkurang dari awalnya 24 menjadi 22 seri, yang sempat menciptakan jeda waktu istirahat yang cukup panjang tanpa adanya balapan selama 1 bulan penuh pada bulan April lalu. 

Gagasan unik untuk memindahkan lokasi balapan ke wilayah Asia Tenggara ternyata datang langsung dari pemikiran Pangeran Bahrain, Salman bin Hamad Al-Khalifa.

Ia menyadari bahwa memaksakan untuk menggelar balapan di Sirkuit Sakhir sudah tidak lagi memungkinkan untuk direalisasikan di musim ini.

Presiden sekaligus CEO F1, Stefano Domenicali, menyampaikan rasa syukurnya atas kesepakatan ini.

Ia mengungkapkan bahwa kembalinya F1 ke Malaysia menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menemukan solusi cepat.

"Kami sangat senang dapat mengonfirmasi bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain pada tahun 2026," ujar Stefano Domenicali dalam pernyataan resminya.

Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Raja Bahrain dan Sultan Ibrahim selaku Raja Malaysia beserta jajaran pemerintahan masing-masing yang telah mewujudkan rencana tersebut.

Keputusan yang tegas dan komitmen tinggi dari semua pihak dinilai sangat krusial dalam menyelamatkan kalender F1 musim ini.

Domenicali juga menyebut bahwa ini menjadi berita yang sangat menggembirakan bagi seluruh penggemar, khususnya di kawasan ASEAN.

Baca juga: Bawa 16 Upgrade Jelang GP Hungaria, Mampukah Aston Martin Bangkit dari Keterpurukan?

Kamu semua tetap bisa menikmati kalender balap yang penuh aksi mendebarkan sekaligus melihat F1 kembali ke sirkuit yang sangat bersejarah.

Bagi kamu yang sudah mengikuti ajang ini pasti tahu bahwa negara Malaysia dulunya merupakan agenda rutin kalender F1.

Sayangnya, karena terkendala masalah finansial, Sirkuit Sepang harus mundur setelah terakhir kali menggelar balapan pada tahun 2017 silam.

Balapan penutup tersebut saat itu berhasil dimenangkan secara gemilang oleh Max Verstappen dari tim Red Bull.

Di tengah ketidakpastian saat ini, sirkuit yang berjarak 45 km dari Kuala Lumpur ini berhasil mengalahkan kandidat sirkuit lain yang juga sempat mengajukan diri untuk menggelar balapan pengganti.

Selain pembatalan beberapa balapan di awal musim, ketegangan yang masih terus memanas di Timur Tengah juga memunculkan keraguan mengenai nasib dua seri balapan GP Qatar dan GP Abu Dhabi.

Penyelenggara sebelumnya sempat mempertimbangkan Sirkuit Portimao (Portugal) Portugal dan Istanbul Park (Turkiye) sebagai alternatif lain. 

Namun, suhu cuaca dingin ekstrem pada di akhir tahun menjadi kekhawatiran tersendiri. Nggak cuma Portimao dan Istanbul Park, bahkan Sirkuit Imola pun ikutan ngajuin diri sebagai salah satu kandidat untuk menyelenggarakan seri balapan penutup musim pada bulan Desember nanti jika seri Timur Tengah bener-bener nggak bisa dilaksanain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU