JAKARTA - Kabar mengejutkan tiba-tiba datang dari kancah sepak bola ibu kota jelang bergulirnya musim kompetisi baru.
Buat kamu para pendukung setia Persija Jakarta pastinya lagi dibikin ketar-ketir dan overthinking mikirin nasib kursi pelatih kepala sekarang.
Secara mengejutkan, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi berat buat pelatih baru Macan Kemayoran, Shin Tae-yong.
Menghadapi situasi pelik ini, manajemen Persija Jakarta nggak mau gegabah dan secara resmi menyatakan sikap buat menghormati segala keputusan dari federasi tersebut.
Lewat sebuah pernyataan resmi pada Jumat (24/7/2026) lalu, manajemen Persija Jakarta dengan tegas menyampaikan komitmen mereka.
Pihak klub janji bakal mempelajari seluruh aspek hukum dan etika yang berkaitan dengan kasus yang menimpa sang pelatih.
Klub kebanggaan warga DKI Jakarta ini secara bijak memilih untuk memantau perkembangan situasi lebih detail sebelum mengambil langkah lebih jauh.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," tulis Persija dalam pernyataan resminya, mengutip Media Indonesia.
Manajemen klub juga menambahkan kalau mereka nggak akan tinggal diam dan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait.
Langkah tersebut diambil demi memastikan kalau keputusan apa pun yang bakal diambil sama dewan direksi nantinya adalah yang terbaik buat ngelindungin masa depan dan stabilitas tim jelang pertandingan nanti.
Kamu mungkin penasaran kan apa yang sebenarnya terjadi sama pelatih andalan baru Persija ini di negaranya sendiri.
Usut punya usut, sanksi berat yang diterima Shin Tae-yong adalah tindak lanjut langsung dari surat rekomendasi Pusat Etika Olahraga.
Lembaga tersebut beroperasi di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan.
Pada bulan Mei lalu, lembaga pemerintah tersebut menetapkan adanya temuan pelanggaran etika berat yang diduga kuat dilakukan pelatih yang akrab disapa STY itu dengan mantan pelatih klub lamanya, Ulsan HD.
Kasus ini kemudian disidangkan secara menyeluruh oleh Komite Keadilan KFA. Hukuman tersebut diyakini bisa mencakup skorsing keanggotaan sang pelatih sampai maksimal 10 lamanya.
Belum lagi ada ancaman larangan beraktivitas sama sekali di dunia sepak bola, bahkan sampai potensi ancaman hukuman seumur hidup.
Walaupun hukuman ini pada dasarnya cuma berlaku di kompetisi domestik Korea Selatan, status masa depan Shin Tae-yong jelas langsung jadi sorotan tajam.
Soalnya, pelatih berusia 55 tahun ini baru aja tekan kontrak jangka panjang berdurasi 3 tahun bersama skuad Persija Jakarta pada bulan Juni lalu, yang artinya beliau masih terikat erat secara profesional sama klub.
Baca juga: Persija Jakarta Rekrut 10 Pemain Baru Jelang Super League 2026/27, Siap Raih Gelar Juara?
Menanggapi rentetan situasi ini, STY akhirnya mutusin buat buka suara ke publik. Pelatih kharismatik itu terang-terangan mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam.
Ia merasa diperlakukan nggak adil sama pihak-pihak terkait di negara asalnya. Tapi, demi menjaga atmosfer sepak bola biar tetap kondusif serta niat tulus untuk melindungi para pemainnya, ia lebih milih buat menahan diri dari keributan yang lebih besar.
"Ada banyak hal yang tidak adil dan saya ingin mengungkap kebenarannya. Namun jika saya maju murid-murid saya bisa terluka. Saya mencoba menahannya sendiri," ujar STY, dikutip media Korea Selatan, Channel A.
Sampai artikel ini rilis, STY mengaku masih terus memikirkan bersama kuasa hukumnya soal rencana pengajuan banding atas sanksi sepihak tersebut.
Di sisi lain, jajaran petinggi Persija Jakarta tetap bersikap tenang menunggu hasil kajian internal klub dan memantau perkembangan komunikasi diplomatik olahraga sebelum ngasih pengumuman lanjutan ke publik luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Media Indonesia, Channel A