Selasa, 02 JUNI 2026 • 18:53 WIB

Setelah Ditinggal Thales Lira, Persija Jakarta Kini Resmi Berpisah dengan Sang Winger Allano Lima

Author

Winger andalan Persija Jakarta, Allano Lima (Persija)

JAKARTA - Kabar mengejutkan kembali datang dari markas Macan Kemayoran yang pastinya bikin kamu para Jakmania merasa kehilangan.

Belum lama ini kita dibuat patah hati dengan kepergian bek tangguh Thales Lira, dan sekarang Persija Jakarta harus merelakan salah satu pilar andalan mereka.

Yap, masa depan Allano Lima bersama skuad ibu kota akhirnya menemui titik akhir yang pasti. 

Winger asal Brasil ini secara resmi memastikan dirinya nggak akan lagi berseragam merah kebanggaan Persija musim depan.

Keputusan yang cukup tiba-tiba ini pastinya jadi topik panas di linimasa media sosial dan bikin vibes bursa transfer kali ini makin terasa emosional buat para penggemar sepak bola lokal.

Baca juga: Setelah Ditinggal Pelatih Mauricio Souza, Persija Jakarta Kini Berpisah dengan Bek Andalannya

Buat seorang pemain sepak bola, meninggalkan klub yang udah ngasih banyak kenangan manis pastinya nggak pernah jadi hal mudah. Hal ini juga yang dirasakan langsung oleh Allano.

Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, pemain berusia 31 tahun ini membagikan perpisahannya yang super emosional.

Dia secara terbuka mengaku kalau momen ini bikin perasaannya campur aduk dan menjadi salah satu keputusan terberat yang harus diambil sepanjang perjalanan kariernya di lapangan hijau.

"Saya harus menulis salah satu perpisahan tersulit dalam karier saya. Mengenakan seragam Persija Jakarta merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang akan selalu saya simpan di hati selamanya," tulis Allano, dikutip dari JPNN.

Ungkapan tulus ini nunjukin seberapa besarnya respect dan kecintaan yang dia punya untuk lambang Monas di dada.

Baginya, kesempatan membela klub dengan sejarah sebesar Persija bener-bener jadi pengalaman berharga yang nggak bakal dia lupakan sampai kapan pun.

Keputusan manajemen Persija untuk berpisah dengan Allano Lima memang lumayan menyita perhatian publik pencinta sepak bola nasional.

Gimana nggak? Sepanjang musim 2025/26 bergulir, winger lincah ini bukan cuma sekadar numpang lewat atau jadi pelengkap skuad cadangan, tapi dia benar-benar ngasih kontribusi masif yang nggak bisa dipandang sebelah mata.

Bayangin aja, dari total 29 penampilannya di kompetisi bergengsi Super League, Allano sukses membukukan statistik yang cukup mentereng dan patut diacungi jempol.

Secara statistik, dia berhasil menyarangkan sembilan gol krusial dan menyumbangkan sembilan asis matang untuk rekan-rekan setimnya.

Torehan angka cemerlang tersebut otomatis menempatkan Allano sebagai salah satu pemain paling produktif dan paling berbahaya di lini depan skuad Macan Kemayoran musim lalu.

Kecepatannya menyisir sisi sayap dan keberaniannya menusuk kotak penalti sering kali jadi mimpi buruk buat lini pertahanan lawan.

Makanya, sangat wajar kalau kepergiannya ninggalin lubang besar yang sekarang harus segera ditambal oleh tim pelatih di musim depan.

Baca juga: Persija Jakarta Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza, Intip Target Ambisius Macan Kemayoran di Musim Depan

Walaupun kebersamaannya dengan tim ibu kota ini cuma berlangsung selama satu musim aja, Allano mengaku udah punya ikatan batin yang kuat dengan Persija.

Fokus utamanya tentu tertuju pada The Jakmania. Basis suporter fanatik ini selalu hadir all out ngasih dukungan penuh passion di setiap pertandingan, nggak peduli pas tim lagi meraih kemenangan gemilang atau sedang terpuruk sekalipun.

"Sejak hari pertama, saya merasakan semangat dan cinta tanpa syarat yang kalian, para suporter, berikan di setiap pertandingan. Tanpa diragukan lagi, kalian adalah jiwa dari klub ini," tambah Allano dengan nada penuh haru.

Tapi, di balik rasa cintanya yang mendalam, ternyata masih ada satu penyesalan terbesar yang terus ngeganjal di hati sang pemain.

Dia merasa sedih dan meminta maaf karena belum mampu mempersembahkan gelar juara yang selama ini jadi impian terbesar Persija dan seluruh Jakmania.

"Percayalah ketika saya mengatakan bahwa saya selalu memberikan yang terbaik, berjuang dan berkeringat untuk seragam ini hingga detik terakhir, meskipun takdir belum mengizinkan kita mengangkat trofi yang sangat kita impikan," tandasnya.

Jejak karier Allano Lima di Jakarta mungkin emang terasa sangat singkat layaknya sekejap mata.

Meski begitu, dedikasi penuh keringat, sumbangan sembilan gol, dan sembilan asisnya dipastikan akan selalu diingat oleh para pendukung setia.

Kini, saatnya Persija Jakarta move on dan mulai berburu amunisi baru yang sepadan di bursa transfer untuk kembali bersaing di jalur perebutan gelar juara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: JPNN.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU