Selasa, 28 APRIL 2026 • 18:36 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Takziah ke Rumah Kader PKK Utan Panjang Korban Tragedi KRL Bekasi Timur

Author

Wali Kota Jakarta Pusat Takziah ke Salah Satu Kader PKK Utan Panjang Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur (Folmer/Berita Jakarta)

JAKARTA - Kehilangan sosok pahlawan lingkungan di tengah padatnya permukiman ibu kota tentu menyisakan duka yang sangat mendalam.

Hal ini tengah dirasakan oleh warga Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran. Salah satu kader terbaik mereka, Nurhayati, yang dikenal begitu aktif sebagai kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), harus berpulang dengan cara yang mengejutkan banyak pihak. 

Beliau menjadi salah satu korban dalam insiden kecelakaan KRL di Bekasi Timur. Kabar duka ini tidak hanya menyayat hati keluarga dan tetangga terdekat, tetapi juga sampai ke telinga para petinggi daerah.

Bagi kamu yang sering berinteraksi dengan ibu-ibu penggerak di lingkungan rumah, pasti paham betul seberapa besar tenaga dan waktu yang mereka korbankan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga sekitarnya.

Sebagai bentuk empati dan penghargaan atas pengabdian panjang almarhumah, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, bersama sang istri, Yeni Witri, menyempatkan diri bertakziah langsung ke rumah duka pada hari Selasa (28/4/2026). 

Baca juga: Cek Stasiun Bekasi Timur, Menteri AHY Targetkan Evakuasi Gerbong KRL Rampung Sore Ini

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Pusat ini disambut dengan suasana haru oleh pihak keluarga yang masih sangat terpukul atas kepergian Nurhayati.

Dalam kunjungannya tersebut, Arifin menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya.

Ia sangat mengapresiasi jejak langkah almarhumah semasa hidup yang tak pernah lelah melayani masyarakat sekitar.

"Sosok Nurhayati dikenal sebagai kader Jumantik dan aktif di Posyandu serta PKK RW. Kepedulian dan keikhlasan almarhumah menjadi teladan bagi kita semua," ungkap Arifin.

Kehadiran pejabat daerah ini seolah membuktikan bahwa peran sekecil apapun di tingkat akar rumput, seperti yang dijalani Nurhayati, selalu memiliki arti dan dampak yang sangat besar bagi kemajuan dan kesehatan lingkungan kota.

Di balik kepedihan yang menyelimuti, terselip kisah memilukan tentang bagaimana peristiwa nahas itu merenggut nyawa sang kader kebanggaan warga Utan Panjang tersebut. 

Andi, salah satu menantu almarhumah Nurhayati, turut membagikan cerita mengenai detik-detik sebelum kepergian sang mertua tercinta.

Menurut penuturannya, pada hari kejadian, Nurhayati tengah dalam perjalanan menggunakan moda transportasi KRL. Ia tidak bepergian sendirian, melainkan ditemani oleh adik ipar dan cucunya.

Tujuan perjalanan mereka hari itu menjenguk salah satu anaknya yang menetap di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Namun nahas, insiden tabrakan angkutan massal kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi tersebut mengubah rencana kebahagiaan keluarga kecil ini menjadi sebuah duka perpisahan yang begitu menyayat hati.

Ketika benturan keras antar armada terjadi, kepanikan luar biasa langsung melanda para penumpang di dalam gerbong.

Andi menjelaskan secara rinci bahwa adik ipar beserta cucu almarhumah berhasil menyelamatkan diri terlebih dahulu dengan susah payah keluar melalui jendela kereta. 

Sementara itu, almarhumah Nurhayati yang saat itu masih tertinggal, dievakuasi oleh para petugas penyelamat dari dalam gerbong yang mengalami kerusakan.

Baca juga: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, DPR Soroti Sistem Sinyal dan Faktor Keselamatan

"Kemungkinan ada guncangan, shock, karena kondisi pada berhamburan pada saat itu keluar dari kereta pingsan dan meninggal," tandas Andi.

Syok berat dan kepanikan hebat di situasi yang mencekam disinyalir menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi fisik almarhumah.

Kepergian Nurhayati menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah hal yang tak pernah bisa diprediksi. Namun, amal ibadah dan warisan kebaikan yang ditinggalkan oleh beliau akan selalu abadi dikenang.

Sebelum melangkah meninggalkan rumah duka, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, tidak lupa memanjatkan doa terbaik untuk mengantarkan kepergian almarhumah.

"Semoga almarhumah husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan," pungkas Arifin.

Tragedi perkeretaapian ini jelas menjadi kehilangan besar bagi warga Kelurahan Utan Panjang.

Dedikasi tanpa pamrih seorang kader Jumantik dan PKK seperti almarhumah Nurhayati menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat biasa bisa berkontribusi luar biasa. 

Semoga kejadian pilu ini juga menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara layanan publik agar tragedi serupa tidak pernah terulang kembali di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU