Senin, 20 APRIL 2026 • 19:27 WIB

Pramuka UNJ Resmi Usulkan Husen Mutahar Jadi Pahlawan Nasional Lewat Ziarah di Jeruk Purut

Author

Keluarga Besar Pramuka UNJ Ziarah di Pusara Husen Mutahar (Rizky Pujianto/UNJ)

JAKARTA - Pernahkah kamu merinding saat menyanyikan lagu "Syukur" atau merasa penuh semangat saat melantunkan "Hari Merdeka" di momen perayaan 17 Agustus?

Lagu-lagu legendaris yang menggetarkan jiwa nasionalisme tersebut adalah buah karya sosok luar biasa, H. Mutahar atau lengkapnya Sayyid Muhammad Husen Mutahar.

Untuk menghormati sekaligus mengapresiasi jasa besarnya bagi ibu pertiwi, pimpinan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama keluarga besar Pramuka UNJ dan DKI Jakarta baru saja menggelar ziarah serta doa bersama di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026).

Kegiatan khidmat ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan tonggak awal yang menguatkan langkah pengusulan almarhum Husen Mutahar sebagai Pahlawan Nasional.

Kegiatan yang berlangsung penuh keharuan ini menjadi momentum krusial bagi berbagai elemen pendidikan dan kepemudaan untuk menegaskan komitmen kolektif mereka.

Baca juga: Gebrakan Cerdas UNJ Gandeng UKM Malaysia Demi Tembus Peringkat Kampus Top Kelas Dunia!

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, yang turut hadir memimpin rombongan menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar gerakan Pramuka UNJ.

Inisiatif untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi Husen Mutahar dinilai sebagai langkah yang sangat tepat secara historis maupun moral.

“Saya mengapresiasi keluarga besar Pramuka UNJ yang menginisiasi mengusulkan almarhum sebagai Pahlawan Nasional sesuai peraturan yang ada. Kami juga memohon dukungan dari seluruh elemen Pramuka agar ikhtiar ini dapat terwujud,” tegas Prof. Komarudin.

Ia menekankan bahwa ziarah ini adalah simbol kesadaran historis untuk terus mengingat jasa-jasa almarhum bagi pembentukan karakter bangsa.

Jika kamu menelusuri sejarah, Husen Mutahar bukan hanya seorang komponis ulung.

Ia adalah tokoh penting di balik lahirnya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan figur teladan dalam gerakan kepramukaan di Indonesia.

Rektor UNJ mengingatkan kembali bahwa warisan beliau tetap hidup dalam ingatan kolektif kita.

Karya-karya monumental seperti lagu Syukur, Hari Merdeka, Dirgahayu Indonesia, hingga Hymne Pramuka terus menjadi medium efektif yang menyatukan bangsa.

Dedikasi tingginya terhadap pembinaan karakter generasi muda membuat sosoknya sangat layak mendapatkan pengakuan tertinggi dari negara Republik Indonesia.

Mewujudkan gelar Pahlawan Nasional tentu membutuhkan proses administratif yang terukur dan tidak instan.

Oleh karena itu, keluarga besar Pramuka UNJ telah menyatakan kesiapan penuh untuk mengambil peran strategis sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tidak main-main, langkah yang disiapkan sangat komprehensif, mulai dari penyusunan naskah akademik yang solid, hingga penyelenggaraan seminar ilmiah guna mengkaji pemikiran dan kontribusi Mutahar.

Selain pendekatan akademis, Pramuka UNJ juga akan melakukan diseminasi nilai-nilai perjuangan melalui jalur seni.

Baca juga: Kolaborasi Strategis FPsi UNJ dan Polda Metro Jaya Tingkatkan Kualitas SDM Lewat Psikologi

Rencananya, mereka akan berkolaborasi dengan Batavia Chamber Orchestra (BCO) UNJ sebagai tim paduan suara untuk menggelar pertunjukan karya musik khusus. 

Hal ini merupakan upaya kreatif agar warisan Mutahar semakin dikenal luas oleh kamu dan generasi muda lainnya di ruang publik.

"Ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal konsolidasi gerakan bersama. Kita bergotong royong agar jasa almarhum diakui secara resmi oleh negara," tambah Prof. Komarudin.

Solidaritas untuk mendukung pengusulan ini terlihat sangat jelas dari luasnya partisipasi yang hadir dalam prosesi ziarah.

Selain Prof. Komarudin yang bertindak selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) 03.221-03.222 UNJ, acara ini turut dihadiri para Wakil Rektor, pengurus Kwarda DKI Jakarta, hingga pengurus Kwarcab dari wilayah Jakarta dan Bogor.

Hadir pula perwakilan Purna Paskibraka, tim penulis naskah akademik, hingga perwakilan Dewan Ambalan dari sekolah-sekolah di bawah naungan UNJ seperti Labschool Jakarta, Cirendeu, dan Ciracas.

Rangkaian ziarah yang sarat akan makna ini akhirnya ditutup dengan prosesi tabur bunga dan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto.

Melalui lantunan doa di bawah rindangnya pepohonan Jeruk Purut tersebut, narasi sejarah, penghormatan, dan perjuangan birokrasi bertemu dalam satu visi.

Harapannya, pengakuan negara berupa gelar Pahlawan Nasional bagi Husen Mutahar dapat segera terwujud sebagai bukti bahwa Indonesia tidak pernah melupakan para pahlawannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universitas Negeri Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU