JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak Real Estate Indonesia (REI) berkolaborasi memperkuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota. Ajakan ini disampaikan dalam pengukuhan pengurus DPD REI DKI Jakarta periode 2025–2028 di Balai Agung, Kamis (20/11).
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap berkomitmen menjaga kualitas pembangunan meski terjadi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun. Menurutnya, kerja sama dengan swasta, BUMN, BUMD, dan mitra internasional menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pembangunan kota.
Ia memaparkan tiga fokus utama Pemprov DKI dalam sektor properti dan hunian. Pertama, pengembangan digital oriented development melalui penguatan infrastruktur digital dan layanan publik berbasis teknologi. Kedua, pengembangan self-sufficient neighborhood untuk menciptakan kawasan yang mendukung layanan transit, mobilitas, digital, dan ruang publik yang inklusif. Ketiga, percepatan pembangunan Transit Oriented Development (TOD) hingga 2029 tanpa menggunakan APBD, termasuk di Bundaran HI, Dukuh Atas, Blok M, dan Kota Tua. Pramono berharap REI dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem properti yang semakin seimbang dan kompetitif di Jakarta.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru DPD REI DKI Jakarta. Sementara itu, Ketua Umum REI, Joko Suranto, menegaskan komitmen REI untuk mendukung pertumbuhan sektor properti dan ekonomi Jakarta. Ia menilai kebijakan pemerintah memberikan efek positif bagi pelaku dan pembeli properti, serta memperkuat optimisme industri.
Baca juga: Pemkot Jaktim Sosialisasikan Pengembalian Fungsi TPU Kober dan Kebon Nanas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta