Sejumlah Penumpang di Stasiun MRT Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan rasanya terjebak di dalam stasiun bawah tanah saat tiba-tiba aliran listrik terputus total?
Insiden mati listrik yang sempat melanda beberapa stasiun MRT Jakarta beberapa waktu lalu tentu menyisakan pengalaman kurang menyenangkan, sekaligus menjadi peringatan keras bagi pengelola transportasi publik di ibu kota.
Menyoroti peristiwa tersebut, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, angkat bicara pada Senin (27/4/2026).
Ia secara tegas meminta pihak manajemen MRT Jakarta untuk segera mengevaluasi dan meningkatkan sistem cadangan listrik di seluruh stasiun demi menjamin keamanan warga.
Bagi warga Jakarta yang setiap harinya mengandalkan moda transportasi modern ini, keamanan dan kenyamanan tentu menjadi ekspektasi mutlak.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dorong Bekal Keahlian Panti Sosial, Kolaborasi Swasta Jadi Kunci
Namun, dari hasil evaluasi sementara pascainsiden, terungkap sebuah fakta yang cukup mengkhawatirkan.
Menurut Nova, sistem cadangan listrik yang ada saat ini rupanya belum mampu menopang kebutuhan di saat krisis, terutama untuk fasilitas-fasilitas pendukung mobilitas penumpang.
"Ini sangat penting. Dari penjelasan yang kami terima, belum ada genset atau sistem cadangan listrik yang memadai, terutama untuk fasilitas vital seperti lift dan eskalator," ungkap Nova.
Pernyataan ini membuka mata publik bahwa standar operasional prosedur (SOP) terkait mitigasi kelistrikan di MRT Jakarta masih memerlukan penyempurnaan yang signifikan agar mampu menghadapi kondisi darurat.
Bagi sebagian penumpang, berjalan menaiki tangga manual mungkin bukan masalah besar saat eskalator mati.
Namun, coba kamu pikirkan bagaimana nasib kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, atau penyandang disabilitas yang mobilitasnya sangat bergantung pada keberadaan lift dan eskalator?
Kondisi krusial inilah yang membuat legislatif DKI Jakarta menaruh perhatian ekstra.
Nova menilai, absennya cadangan listrik untuk fasilitas penting tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan, yang paling utama, keselamatan para penumpang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta