Ilustrasi Pelatihan Keterampilan (Unsplash)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana nasib anak-anak yang tumbuh besar di lingkungan panti sosial saat mereka pada akhirnya harus kembali menghadapi realitas kehidupan bermasyarakat?
Di tengah riuhnya ibu kota dan kerasnya persaingan hidup, tanpa bekal keahlian yang memadai, bertahan hidup di Jakarta tentu akan menjadi tantangan yang sangat menakutkan bagi mereka.
Berangkat dari keresahan sosial inilah, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, pada Senin (27/4/2026) kembali menyuarakan secara tegas mengenai betapa krusialnya program pelatihan keterampilan yang berkelanjutan.
Tujuannya, memastikan agar lulusan panti memiliki kemandirian finansial seutuhnya dan tidak terus-menerus bergantung pada uluran bantuan dari pemerintah daerah.
Realita di lapangan sering kali menunjukkan bahwa program pelatihan keahlian terkadang hanya sebatas penggugur kewajiban institusi atau sekadar kegiatan seremonial semata.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Siap Sahkan Tiga Raperda Krusial, Pangan Hingga Narkotika Jadi Sorotan
M. Subki menyoroti tajam kebiasaan ini dan meminta dengan tegas agar skema pembekalan bagi anak-anak panti sosial diubah menjadi jauh lebih intensif.
Pelatihan dengan sistem hit-and-run atau yang hanya dilakukan satu kali dinilai tidak akan meninggalkan dampak jangka panjang bagi perkembangan mental maupun penguasaan hard skill anak-anak tersebut.
"Jangan hanya satu kali pelatihan. Harus berkelanjutan dan beragam, supaya ketika keluar dari panti mereka sudah punya keterampilan, seperti memasak atau menjahit," ujar Subki.
Pemberian materi yang bervariatif dan disesuaikan dengan minat serta bakat juga menjadi kunci utama keberhasilan program.
Pembinaan tidak melulu harus terpaku pada keahlian konvensional seperti tata boga atau menjahit, tetapi harus terus dikembangkan.
Dengan memiliki bekal skill yang benar-benar matang dan aplikatif, anak-anak panti sosial ini akan memiliki nilai tawar yang jauh lebih kompetitif saat mereka harus bertarung mencari nafkah.
Keahlian ini juga berfungsi esensial untuk membangun rasa percaya diri mereka saat berbaur kembali dengan masyarakat luas.
Meski memberikan banyak catatan kritis demi perbaikan sistem ke depan, M. Subki tidak lantas menutup mata terhadap kerja keras yang telah dilakukan oleh jajaran eksekutif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta