Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin (timur.jakarta.go.id)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana masa depan sebuah bangsa jika generasi penerusnya terhambat pertumbuhan fisik dan kecerdasannya sejak usia dini?
Masalah stunting atau tengkes hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang mengancam anak-anak Indonesia, tidak terkecuali di wilayah ibu kota.
Menyadari urgensi dari krisis gizi ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur mengambil sebuah inisiatif luar biasa yang patut diacungi jempol.
Pada hari Rabu (25/2/2026), Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kerjanya untuk turun tangan langsung menjadi bapak atau ibu asuh bagi balita yang terindikasi mengalami stunting.
Langkah proaktif ini bukan sekadar program birokrasi biasa, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan nyata untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan hak mereka untuk tumbuh sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca juga: Bikin Bangga Jakarta! Pelajar SMP Asal Jaktim Borong 4 Emas di Ajang Panahan Internasional ASCI 2026
Munjirin sangat memahami bahwa akar permasalahan stunting kerap kali bersinggungan langsung dengan kondisi ekonomi keluarga.
Balita yang terindikasi stunting umumnya berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Kondisi ini membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi seimbang yang sangat krusial di masa pertumbuhan emas anak.
Oleh karena itu, balita tersebut memerlukan perhatian khusus, tidak hanya dari orang tua kandung, tetapi juga dari lingkungan sekitar dan instansi pemerintah.
"Ini adalah kepedulian mulia kepada sesama. Saya berharap ASN dapat menjadi bapak atau ibu asuh bagi balita stunting," ujar Munjirin saat memberikan arahannya.
Ajakan ini menempatkan ASN bukan hanya sebagai abdi negara yang mengurus persoalan administrasi, tetapi sebagai pelindung langsung bagi masyarakat yang paling rentan.
Dengan menjadi orang tua asuh, para ASN diharapkan dapat memberikan sentuhan personal dan dukungan moral yang sering kali tidak bisa diberikan melalui program bantuan massal biasa.
Kamu tentu sepakat bahwa kepedulian tulus seperti inilah yang akan memperkuat fondasi sosial masyarakat kita di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta