JAKARTA— Isu-isu ekonomi yang terjadi pada Kamis (28/8) masih menjadi perhatian penting pada Jumat pagi ini. Mulai dari upaya pemerintah mengurai penyebab kelangkaan BBM di SPBU swasta, hingga prediksi perlambatan konsumsi rumah tangga di kuartal ketiga 2025, sejumlah perkembangan menarik terus bermunculan.
1. ESDM Selidiki Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan pemetaan untuk mengetahui akar masalah kelangkaan BBM yang belakangan ini terjadi di berbagai SPBU swasta. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa SPBU non-Pertamina sebenarnya telah mendapat tambahan kuota impor sebesar 10 persen. Dengan tambahan ini, semestinya pasokan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kelangkaan tetap terjadi, sehingga perlu analisis lebih dalam untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana.
2. Bapanas: Surplus Beras Capai 5 Juta Ton hingga September 2025 Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan adanya surplus beras hingga 5 juta ton pada September mendatang. Hal ini didasarkan pada data Proyeksi Neraca Pangan 2025 yang telah dikaji bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut bahwa produksi beras nasional hingga bulan tersebut diprediksi menyentuh angka 28,22 juta ton—jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat.
3. DPR Dorong Insentif untuk Industri Dalam Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah agar segera memberikan insentif resmi kepada pelaku industri dalam negeri, terutama yang bergerak dari hulu ke hilir. Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, menekankan pentingnya langkah ini untuk menjaga daya saing produk lokal di tengah derasnya arus impor.
4. Patriot Bond: Peluang Konglomerat Berkontribusi ke Pembangunan Patriot Bond dinilai sebagai terobosan baru untuk menarik dana dari para konglomerat dalam negeri demi mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Menurut Direktur Prasasti Center, Piter Abdullah, instrumen ini memberikan tempat aman untuk dana besar, sekaligus memperkuat ketahanan pembiayaan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri.
5. Ekonom Prediksi Konsumsi Rumah Tangga Melambat di Kuartal III Tim Ekonomi dari Bank Mandiri memprediksi akan terjadi perlambatan dalam konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini. Dian Ayu Yustina, Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa meskipun konsumsi masih tumbuh, laju pertumbuhannya diperkirakan tidak setinggi kuartal sebelumnya karena berbagai faktor ekonomi domestik dan global.
Baca juga: Situasi Mereda di Depan DPR: Massa Mundur, Polisi Masih Siaga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA