Rabu, 03 JUNI 2026 • 19:05 WIB

Kenapa Setiap Stasiun MRT di Jakarta Ada Nama Brand Lain? Yuk Kenalan Dulu Sama Sistem Naming Rights!

Author

MRT di Stasiun Blok M (Kristian Tandjung/Unsplash)

JAKARTA - Pernah nggak sih, waktu kamu lagi asyik nunggu kereta di peron atau sekadar tap-in kartu buat jalan-jalan keliling ibu kota, kamu sadar ada yang unik dari papan nama stasiunnya?

Yup, kalau kamu perhatikan dengan saksama, hampir semua nama stasiun MRT di Jakarta sekarang punya "nama belakang" berupa merek atau perusahaan ternama.

Mulai dari bank pelat merah sampai coffee shop kekinian favorit anak muda, semuanya eksis nampang di sana.

Fenomena ini sering banget bikin kita penasaran, sebenarnya kenapa sih fasilitas publik seperti MRT harus bawa-bawa nama brand komersial?

Tenang, buat kamu yang kepo tentang alasannya, artikel ini bakal ngupas tuntas rahasia di balik fenomena yang ternyata punya istilah keren bernama Naming Rights atau hak penamaan.

Apa Sih Sistem Naming Rights Itu?

Biar nggak bingung, mari kita bahas definisinya dulu secara simple. Dilansir dari CNBC Indonesia, hak penamaan atau naming rights pada stasiun MRT Jakarta merupakan sebuah strategi bisnis komersial yang terjalin antara PT MRT Jakarta (sebagai pengelola) dan pihak mitra atau perusahaan swasta.

Skema bisnis ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk menyuntikkan dana dan membeli hak eksklusif demi menyematkan nama merek mereka pada fasilitas stasiun.

Siapa yang diuntungkan di sini? Tentu saja kedua belah pihak. Bagi brand, ini adalah ajang branding dan marketing yang luar biasa masif.

Bayangkan saja, setiap hari ada puluhan ribu pasang mata penumpang komuter yang melihat logo mereka, mendengar nama brand disebut lewat pengeras suara kereta, hingga tercetak jelas di peta digital rute perjalanan.

Kontrak eksklusif ini biasanya berlaku dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan awal.

Makanya, wajar banget kalau kamu sering ngeliat desain interior stasiun tertentu disulap sedemikian rupa agar matching dengan identitas visual brand yang mensponsorinya.

Baca juga: Rute MRT Jakarta Tembus ke Balaraja, Komisi D DPRD DKI: Langkah Strategis Perkuat Integrasi Dua Wilayah

Sejarah Singkat dan Tren Naming Rights di Indonesia

Walaupun kerasa sangat baru, segar, dan nge-hype sejak moda transportasi MRT Jakarta beroperasi secara penuh, skema pemasaran berbasis naming rights ini sebenarnya bukanlah inovasi yang sepenuhnya baru, bahkan di Indonesia sendiri.

Strategi komersial semacam ini udah sejak lama diadaptasi oleh berbagai pengelola fasilitas publik dan infrastruktur kelas berat untuk mengoptimalkan pemasukan operasional mereka tanpa harus terus-terusan bergantung pada subsidi.

Kalau kamu termasuk "anak kereta" yang sering commuting antar daerah, pasti sadar kalau tren ini udah merambah ke jaringan kereta lainnya.

Contoh nyatanya ialah Stasiun LRT Pancoran Bank BJB di Jakarta dan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng di Jawa Tengah.

Nggak cuma berhenti di ranah transportasi publik aja, dunia olahraga nasional kita juga udah cukup lama memeluk erat sistem ini.

Buat kamu yang rutin ngikutin ajang balap motorsport atau hobi nonton sepak bola nasional, pasti udah familiar banget sama nama Indomilk Arena yang saat ini jadi markas kebanggaan klub Persita Tangerang.

Bahkan, arena balap kebanggaan Indonesia yang sering menggelar kejuaraan tingkat dunia pun menggunakan sistem serupa, yaitu Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Semua venue bergengsi ini membuktikan betapa efektifnya kekuatan naming rights di pasaran!

Baca juga: Cegah Insiden Mati Listrik, DPRD DKI Jakarta Desak MRT Siapkan Genset Lift dan Eskalator

Daftar Stasiun MRT di Jakarta yang Menggunakan Sistem Naming Rights

Sejauh ini, langkah PT MRT Jakarta terbilang sangat sukses dalam memaksimalkan potensi nilai dari aset-aset stasiun mereka.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui laman MRT Jakarta, saat ini sudah ada banyak stasiun di sepanjang jalur fase satu yang namanya telah sukses "dikawinkan" dengan brand ternama.

Berikut adalah daftar stasiunnya yang wajib kamu tahu.

  • Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia;
  • Stasiun Fatmawati Indomaret;
  • Stasiun Cipete Raya TUKU;
  • Stasiun Blok M BCA;
  • Stasiun Senayan Mastercard;
  • Stasiun Istora Mandiri;
  • Stasiun Setiabudi Astra;
  • Stasiun Dukuh Atas BNI;
  • Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.

Kehadiran nama-nama brand komersial ini memang terbukti sangat ampuh bikin vibes stasiun MRT terasa lebih dinamis, hidup, dan tentunya modern layaknya fasilitas di negara-negara maju.

Nggak heran kalau ke depannya, bakal ada lebih banyak fasilitas umum di Jakarta yang ikutan nerapin strategi cerdas ini.

Gimana menurutmu? Dari deretan stasiun di atas, nama stasiun MRT mana nih yang paling ikonik atau malah paling sering kamu jadiin tempat meeting point bareng teman-teman?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU