Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 07:24 WIB

Meriahkan Festival Bedug 2026, 30 UMKM Pilihan Hadirkan Ragam Kuliner dan Fashion di Bazar Ramadhan Jaksel Buat Kamu!

Author

Bazar Ramadhan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan suasana ngabuburit yang seru, apalagi kalau bukan berburu takjil atau mencari barang-barang unik untuk persiapan Hari Raya Idulfitri.

Suasana sore hari yang hangat menjelang waktu berbuka puasa menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

Nah, buat kamu warga Jakarta, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah Jakarta Selatan, ada kabar gembira yang pastinya tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Menjelang puncak perayaan bulan puasa di tahun 2026 ini, area halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan sukses disulap menjadi pusat perbelanjaan mini yang sangat meriah dan penuh warna.

Lebih dari sekadar pasar kaget biasa yang sering kita temui di pinggir jalan, acara ini merupakan wujud nyata kepedulian serta dukungan pemerintah daerah terhadap roda perekonomian lokal.

Baca juga: Babak Baru Pemuda Jaksel: Karang Taruna Kecamatan Kebayoran Baru Resmi Dikukuhkan, Bawa Misi Kolaborasi Nyata!

Momen ini juga digelar bertepatan dengan semaraknya Festival Bedug 2026 yang selalu menjadi primadona warga ibu kota. Penasaran seperti apa keseruan dan detail acara ini?

Untuk merealisasikan acara yang meriah ini, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Selatan bertindak sebagai penyelenggara utama.

Mereka secara resmi menggelar Bazar Ramadhan yang menempati lokasi strategis di halaman Kantor Wali Kota setempat.

Hal yang patut diapresiasi dari kegiatan ini adalah semangat kolaborasi yang dibangun.

Acara ini merupakan hasil kerja sama yang sangat apik dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan. 

Sinergi lintas sektoral ini sengaja dibentuk dengan tujuan utama untuk memeriahkan rangkaian Festival Bedug 2026, sebuah festival seni dan budaya islami yang selalu dinantikan oleh masyarakat kota setiap tahunnya.

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, memberikan penjelasan mengenai esensi dari kegiatan tahunan ini.

Menurutnya, bazar semacam ini merupakan sebuah tradisi positif yang terus dipertahankan dan dikembangkan kualitasnya dari tahun ke tahun.

Ia menegaskan bahwa Bazar Ramadhan ini memang rutin dilaksanakan secara beriringan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya Ramadan lainnya.

"Bazar Ramadhan ini hampir setiap tahun diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Ramadhan lainnya agar suasana Ramadan di Jakarta Selatan semakin meriah," ujar Djaharuddin pada hari Senin (23/2/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat dari pemerintah kota untuk memastikan bahwa bulan suci tidak hanya diisi dengan ibadah spiritual, tetapi juga membawa berkah ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Bagi kamu yang sudah tidak sabar ingin mampir dan mencicipi aneka jajanan di sana, pastikan kamu mencatat tanggal pelaksanaannya dengan baik.

Djaharuddin menjelaskan secara rinci bahwa bazar ini dilangsungkan selama dua hari penuh, yaitu mulai tanggal 23 hingga 24 Februari 2026.

Baca juga: Asyik Manggung di Kuningan, DJ dan Penari WNA Diciduk Imigrasi Jakarta Selatan usai Diduga Menyalahgunakan Izin Tinggal

Dalam pelaksanaannya, pihak panitia telah menyiapkan tata letak yang rapi dan nyaman bagi pengunjung maupun penjual.

Di area pelataran kantor pemerintahan tersebut, telah berdiri 15 stan yang didesain secara seragam dan teratur.

Agar lebih optimal dalam menampung para pelaku usaha, setiap stan tersebut diisi oleh dua pelaku UMKM.

"Total terdapat 30 pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen," terang Djaharuddin.

Dengan jumlah partisipan sebanyak itu, pilihan belanja yang ditawarkan tentu sangat beragam dan dijamin tidak akan membuat kamu bosan.

Perlu kamu ketahui bahwa tidak sembarang pedagang yang bisa menggelar lapaknya di acara istimewa ini.

Djaharuddin menekankan bahwa seluruh partisipan yang terlibat memamerkan produknya adalah UMKM binaan pemerintah yang telah melewati proses kurasi atau seleksi yang cukup ketat.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk memastikan bahwa barang, kerajinan, atau makanan yang kamu beli memiliki standar kualitas yang terjamin kebersihan dan keamanannya.

Menariknya lagi, bazar ini tidak hanya menjual produk tradisional, tetapi juga sudah sepenuhnya mengadopsi gaya hidup modern.

Pihak penyelenggara mewajibkan setiap peserta bazar untuk memiliki fasilitas pembayaran digital menggunakan QRIS.

Kebijakan ini merupakan langkah cerdas untuk mendukung program transaksi nontunai di Indonesia.

Jadi, kamu tidak perlu repot-repot mencari mesin ATM atau membawa banyak uang tunai yang berisiko hilang. 

Cukup keluarkan ponsel pintarmu, pindai kode barcode yang tersedia di setiap meja pedagang, dan transaksi pun langsung selesai dengan cepat, praktis, serta aman.

Meskipun bazar ini terbuka lebar untuk masyarakat umum, pemerintah kota juga memiliki strategi khusus untuk memastikan perputaran uang terjadi secara maksimal.

Baca juga: Ngabuburit Produktif! Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur Jadi Spot Favorit Warga Selama Ramadhan 1447 H

Sasaran pengunjung yang sangat diharapkan untuk memborong produk-produk ini adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari berkantor di lingkungan Wali Kota Jakarta Selatan.

Pemerintah setempat secara aktif mengimbau para pegawai negeri tersebut untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka dengan berbelanja produk lokal di bazar ini.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Wali Kota Jakarta Selatan, untuk berbelanja di bazar UMKM ini agar perekonomian pelaku usaha semakin meningkat," ucapnya. 

Langkah ini dinilai sangat efektif sebagai bentuk intervensi positif pemerintah dalam mendongkrak omzet penjualan UMKM.

Tentu saja, antusiasme tidak hanya berpusat pada penyelenggara dan pembeli. Para pelaku UMKM sendiri merasakan dampak positif yang luar biasa dari acara ini.

Hal ini dirasakan langsung oleh Della, salah seorang pedagang kuliner yang mengusung merek dagang Della Kitchen.

Di stan miliknya, Della menyajikan berbagai pilihan menu lezat yang sangat pas untuk menemani waktu berbuka puasa, mulai dari tahu bakso yang gurih dan padat daging, olahan kebab dengan bumbu rempah pilihan, hingga burger yang menggugah selera.

Berjualan makanan di siang hari pada bulan puasa tentu memiliki tantangan tersendiri.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pedagang untuk terus mencari rezeki. 

Della mengaku sangat bersyukur karena dagangannya tetap diminati oleh pengunjung yang sebagian besar membelinya untuk persiapan berbuka di rumah atau di kantor.

"Walaupun berjualan pada pagi hingga siang hari selama bulan puasa, alhamdulillah tetap ada pembeli," ungkap Della.

Lebih jauh, ia menaruh harapan yang sangat besar pada puncak acara yang akan segera datang. Ia yakin bahwa keramaian akan memuncak ketika pertunjukan utama dimulai.

"Semoga saat Festival Bedug berlangsung, pengunjung semakin ramai," tandasnya dengan senyum optimis.

Kehadiran Bazar Ramadhan ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha kecil dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan saling menguntungkan.

Baca juga: Cegah Tawuran di Bulan Suci, Wawali Jakut Fredy Setiawan Gaungkan Pesan Damai Lewat Safari Ramadhan 1447 H

Bagi kamu yang berada di Jakarta Selatan atau sekitarnya, mari sempatkan waktu untuk berkunjung, menikmati suasana meriah Festival Bedug, dan pastinya, mendukung UMKM lokal agar terus berjaya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU