Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 10:46 WIB

Mengenal Teddy Yip: Pebisnis Tionghoa Indonesia Pertama yang Punya Tim Formula 1 Sendiri!

Author

Teddy Yip (Sports Car Digest)

JAKARTA - Jika berbicara tentang kiprah Indonesia di kancah balap jet darat paling bergengsi di dunia, Formula 1, mungkin nama Rio Haryanto adalah yang pertama terlintas di benak kamu.

Rio memang mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di F1 pada tahun 2016 bersama Manor Racing Team (MRT). 

Namun, tahukah kamu bahwa jauh sebelum era modern, tepatnya di era 1970-an, ada sosok kelahiran Indonesia yang sudah lebih dulu menggebrak paddock Formula 1?

Bukan sebagai pembalap utama, melainkan sebagai pemilik tim. Sosok tersebut adalah Teddy Yip.

Teddy Yip bukanlah nama sembarangan dalam sejarah motorsport global. Ia adalah taipan bisnis yang visioner, "bapak" dari Grand Prix Makau, dan orang di balik tim legendaris Theodore Racing.

Baca juga: Mengenal Sie Kong Lian: Tokoh Tionghoa yang Mewakafkan Rumahnya Sendiri demi Sumpah Pemuda

Kisah hidupnya adalah perpaduan antara keberanian bisnis, kecintaan pada kecepatan, dan warisan sejarah yang sering kali terlupakan oleh generasi muda tanah air.

Artikel ini akan mengajak kamu menyelami kehidupan Teddy Yip, dari anak kelahiran Medan hingga menjadi "Godfather" balapan di Asia.

Siapa Sebenarnya Teddy Yip?

Lahir dengan nama Jap Tek Lie di Medan, Sumatera Utara, pada tahun 1907, Teddy Yip tumbuh dalam keluarga Tionghoa-Indonesia yang mapan.

Sejak muda, ia sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia barat dan bisnis internasional.

Ia sempat mengenyam pendidikan di Belanda sebelum akhirnya menetap di Hong Kong dan kemudian membangun kerajaan bisnisnya di Makau pada tahun 1940-an.

Di Makau, Teddy Yip menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah tersebut.

Ia mendirikan Sociedade de Turismo e Diversoes de Macau (STDM), sebuah perusahaan yang memegang monopoli kasino dan pariwisata di Makau selama berpuluh-puluh tahun bersama rekannya, Stanley Ho.

Kekayaan dan pengaruhnya di dunia bisnis inilah yang kemudian menjadi modal utamanya untuk membiayai hobi mahalnya, yakni balapan.

Namun, Teddy bukan sekadar orang kaya yang membuang uang.

Ia benar-benar mencintai dunia otomotif. Ia bahkan sempat menjadi pembalap amatir di tahun 50-an hingga 60-an sebelum menyadari bahwa panggilannya yang sesungguhnya adalah menjadi pemilik tim yang bisa mengorbitkan talenta-talenta muda berbunga dunia.

Asal-Usul Nama Theodore, Cikal Bakal Berdirinya Theodore Racing

Mobil TR1 Milik Theodore Racing di Ajang Historic Racing 2011 (Doom Warrior/Wikipedia)

Pada awal 1970-an, ambisi Teddy Yip untuk terjun ke dunia balap profesional semakin tak terbendung. 

Ia mulai mensponsori beberapa pembalap di ajang Formula 5000 dan Formula Atlantic. 

Puncaknya, ia mendirikan tim balapnya sendiri yang diberi nama Theodore Racing.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Klenteng Kim Tek Le: Mutiara di Jantung Glodok yang Tak Lekang oleh Waktu

Banyak yang bertanya-tanya, dari mana nama "Theodore" berasal?

Ternyata, nama ini diambil dari nama baptis atau nama baratnya sendiri, yaitu Theodore Yip.

Penggunaan nama barat ini memang lazim dilakukan oleh pebisnis Asia yang berkiprah di dunia internasional pada masa itu untuk memudahkan komunikasi dan branding.

Tim Theodore Racing menjadi kendaraan bagi ambisi Teddy untuk menaklukkan dunia. Tidak tanggung-tanggung, tim ini langsung membidik kompetisi tertinggi.

Theodore Racing tercatat pernah berpartisipasi di Formula 1 sebagai konstruktor pada tahun 1978, serta periode 1981 hingga 1983.

Meskipun sebagai tim privateer (tim independen non-pabrikan) mereka kesulitan bersaing dengan raksasa seperti Ferrari atau McLaren, kehadiran Theodore Racing membuktikan bahwa sosok kelahiran Indonesia mampu berdiri sejajar dengan elit balap dunia.

Kompetisi dan Barisan Pembalap Legendaris

Mendiang Ayrton Senna Bersama Teddy Yip Tahun 1983 (Theodore Racing)

Kiprah Theodore Racing tidak hanya terbatas pada Formula 1. Justru, reputasi emas tim ini dibangun melalui ajang-ajang balap single-seater lainnya, terutama Formula 3 dan tentu saja, Macau Grand Prix. 

Teddy Yip menjadi sosok yang berjasa mengubah Grand Prix Makau dari balapan amatir lokal menjadi salah satu ajang balap jalan raya paling bergengsi di dunia bagi para calon bintang F1.

Daftar pembalap yang pernah membela panji Theodore Racing bagaikan Hall of Fame dunia balap.

Nama yang paling mentereng tentu saja adalah Ayrton Senna. 

Legenda balap asal Brasil ini memenangkan Grand Prix Makau edisi pertama yang menggunakan regulasi Formula 3 pada tahun 1983 di bawah bendera Theodore Racing.

Kemenangan itu menjadi batu loncatan krusial bagi Senna sebelum mendominasi F1.

Selain Senna, ada nama Keke Rosberg (Juara Dunia F1 1982) yang juga pernah membalap untuk Teddy Yip.

Di ajang F1, Theodore Racing pernah diperkuat oleh pembalap seperti Patrick Tambay dan Eddie Cheever.

Baca juga: Mencari Ketenangan di Tengah Kota: 3 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta Pusat

Meskipun di F1 mereka tidak pernah meraih gelar juara dunia, kemampuan Teddy Yip dalam melihat bakat pembalap muda (scouting) diakui sebagai salah satu yang terbaik di zamannya.

Berhasil Menggandeng Raksasa Italia

Theodore Racing Menjalin Kerja Sama dengan PREMA Powerteam (Theodore Racing)

Teddy Yip wafat pada tahun 2003 di usia 93 tahun. Namun, semangat balapnya tidak ikut terkubur. 

Putranya, Teddy Yip Jr., mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dengan visi untuk menghidupkan kembali kejayaan sang ayah.

Di era modern, Teddy Yip Jr. sadar bahwa membangun tim F1 dari nol sangatlah sulit dan mahal. Oleh karena itu, ia mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan raksasa balap junior asal Italia, PREMA Powerteam.

Kerja sama ini, yang sering disebut sebagai "Theodore Racing by Prema", fokus pada ajang-ajang pembibitan seperti Formula 3, khususnya untuk gelaran prestisius Grand Prix Makau.

Kolaborasi ini terbukti sukses besar dengan mengantarkan pembalap-pembalap muda seperti Felix Rosenqvist dan Alex Lynn ke podium tertinggi, mengenakan livery merah-putih khas Theodore yang legendaris.

Fakta Menarik Teddy Yip dan Theodore Racing

Sosok Teddy Yip dipenuhi dengan berbagai fakta unik yang membuatnya begitu dikagumi, tidak hanya sebagai pebisnis, tetapi juga sebagai individu yang karismatik. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang beliau.

Memiliki Kemampuan Berbahasa yang "Gacor"

Sebagai seorang pebisnis global, komunikasi adalah kunci. Teddy Yip dikenal sebagai seorang poliglot yang luar biasa.

Ia fasih berbicara dalam 6 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan Mandarin (termasuk dialek Kanton).

Kemampuan ini memudahkannya melobi sponsor, bernegosiasi dengan penyelenggara balap di Eropa, dan tentu saja, berkomunikasi dengan mekanik serta pembalap dari berbagai negara.

Namanya Diabadikan di Sirkuit 

Penghormatan tertinggi bagi seorang tokoh balap adalah ketika namanya diabadikan di lintasan.

Hingga hari ini, jika kamu menyaksikan balapan di Sirkuit Guia, Makau, perhatikan tikungan (corner) ke-11.

Baca juga: Mencari Ketenangan di Tengah Kota: 3 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta Pusat

 Tikungan tersebut diberi nama Teddy Yip Bend

Hal ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah Makau atas jasa besarnya mempromosikan wilayah tersebut melalui motorsport.

Alumni Theodore Racing di F1 Modern

Warisan Theodore Racing tidak berhenti di era 80-an.

Beberapa pembalap grid F1 modern juga pernah merasakan sentuhan tim ini melalui kemitraan dengan PREMA. 

Esteban Ocon (Haas TGR) dan Lance Stroll (Aston Martin) adalah dua nama yang pernah membalap dan meraih sukses di Grand Prix Makau di bawah naungan Theodore Racing by PREMA.

Guanyu Zhou Jadi Alumni Theodore Racing Pertama Asal Tiongkok

Jejaring Theodore Racing juga menyentuh talenta Asia modern.

Guanyu Zhou, pembalap kebanggaan Tiongkok yang pada musim 2026 ini didapuk menjadi reserve driver untuk tim pendatang baru Cadillac F1 Team, memiliki sejarah manis dengan tim ini.

Zhou menjadi pembalap Tiongkok pertama di era modern yang menjadi bagian dari keluarga besar Theodore Racing saat ia meniti karir di level junior. 

Kondisi Theodore Racing Saat Ini

Theodore Racing di Ajang Lamborghini Super Trofeo Asia (Theodore Racing)

Bagaimana nasib tim ini sekarang? Apakah mereka hanya hidup dalam sejarah? Tentu tidak. 

Di bawah komando Teddy Yip Jr., Theodore Racing terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman dan tren motorsport global.

Selama dua tahun terakhir (2024-2025), fokus Theodore Racing mulai merambah ke dunia balap ketahanan dan GT.

Saat ini, Theodore Racing berkompetisi secara aktif di ajang Lamborghini Super Trofeo Asia. Ini adalah kejuaraan one-make series yang sangat kompetitif di kawasan Asia.

Dengan menurunkan mobil Lamborghini Huracan Super Trofeo EVO2, tim ini tidak hanya menjaga nama besar Teddy Yip tetap eksis di lintasan, tetapi juga menjadi wadah bagi pembalap-pembalap profesional maupun gentleman driver untuk berkompetisi di sirkuit-sirkuit terbaik Asia, mulai dari Sepang, Fuji, hingga Shanghai.

Baca juga: Butuh Obat Tengah Malam? Ini Daftar Apotek 24 Jam di Jakarta yang Siap Bantu Kamu saat Darurat!

Kisah Teddy Yip adalah bukti bahwa batasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih mimpi global.

Dari Medan ke Makau, lalu ke panggung dunia Formula 1, Teddy Yip telah menorehkan tinta emas yang tak akan terhapus waktu.

Ia mengajarkan kita bahwa dengan passion, kemampuan komunikasi yang baik, dan keberanian mengambil risiko, seorang anak kelahiran Indonesia bisa menjadi legenda di antara para raksasa otomotif dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU