Kebaya khas Betawi (https://www.senibudayabetawi.com/)
JAKARTA- Jakarta punya warisan budaya unik lewat pakaian adat Betawi. Meskipun kota udah serba modern, beberapa busana tradisional ini masih sering dipakai, terutama di acara kondangan, event kantor, atau festival budaya.
Di balik keindahannya, tiap busana ini punya makna dan filosofi yang keren banget. Berikut delapan di antaranya:
1. Kebaya Encim
Kebaya Encim itu kebaya Betawi yang punya sentuhan Peranakan, lucu dipakai cewek-cewek dari remaja sampai dewasa. Dulu bahannya brokat atau lace Eropa, dijahit dengan bordir ‘kembang kerancang’ di ujung dan lengan. Sekarang makin modern: bisa dari organdi, silk, brokat, sering dipadu rok atau celana. Lengkapnya ditambah Giwang, kalung, dan rambut sanggul. Kebaya ini sudah terkenal chic sejak zaman dulu.
2. Baju Sadariah
Ini semacam baju koko Betawi buat cowok. Bahannya katun, krah tinggi, kancing bawah-atas, plus kantong di kedua sisi. Enaknya ada belahan samping, jadi nggak sumpek. Biasanya dipakai pakai sarung di pundak disebut ‘cukin’, plus peci hitam dan selop. Fiturnya klasik tapi tetap prestise, karena sering dipakai orang tua di acara formal.
3. Baju Demang
Kalau Sadariah lebih casual, Baju Demang ini versi 'jas resmi' Betawi yang mirip banget sama beskap. Dipakai pakai kain serong (ujung serong), peci, dan celana panjang hitam. Sering muncul di acara pernikahan atau upacara adat. Kalau pasangan yang perempuan biasanya mengenakan Kebaya Encim yang warnanya senada.
4. Baju Tikim & Celana Pangsi
Pakaian ini sering banget kamu lihat dipakai pesilat Betawi. Busana ini berciri khas warna hitam, modelnya longgar, celananya menggantung. Tapi jangan salah, nama “tikim” dan “pangsi” ini punya akar dari bahasa Hokkian dan budaya Tionghoa lho. Dulu sih dipakai sama para jawara atau petani. Sekarang masih eksis, dipakai orang tua Betawi buat sehari-hari. Meski modelnya simpel, tapi punya karakter kuat banget.
Baca juga: Kartu Lansia Jakarta 2025: Syarat, Jadwal, dan Cara Cek Penerima Bantuan
5. Busana Pengantin Betawi
Kalau yang satu ini jelas paling mewah. Pengantin pria biasanya pakai jubah panjang (disebut “jube”) dan sorban ala haji, lengkap dengan selempang dan alas kaki pantofel. Sementara pengantin wanitanya tampil megah pakai kebaya berpayet, konde, dan cadar hias (namanya siangko). Aksesorinya totalitas banget, mulai dari kalung tebar, sumping, sampai kembang goyang di kepala. Semuanya punya arti: keanggunan, kesucian, dan harapan hidup yang bahagia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Orami.co.id