Senin, 27 JULI 2026 • 19:53 WIB

Kenapa Sirkuit Sepang Pakai Embel-Embel "GP Bahrain" di F1 2026? Ini Alasannya!

Author

Max Verstappen di GP Malaysia 2017 (XPB Images via Crash.net)

JAKARTA - Kembalinya Sirkuit Sepang ke kalender Formula 1 (F1) musim 2026 menjadi kabar yang disambut antusias para penggemar balap.

Setelah absen hampir satu dekade, lintasan legendaris di Malaysia itu akhirnya kembali menggelar balapan F1.

Namun, ada satu hal yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Alih-alih menggunakan nama Grand Prix (GP) Malaysia seperti sebelumnya, balapan tersebut justru akan digelar dengan nama Grand Prix Bahrain. 

Lantas, mengapa balapan yang berlangsung di Sepang justru membawa nama negara lain?

Malaysia terakhir kali menjadi tuan rumah F1 pada musim 2017. Setelah itu, Sepang keluar dari kalender balap karena biaya penyelenggaraan yang terus meningkat, sementara jumlah penonton yang datang ke sirkuit terus menurun.

Baca juga: Sah! Sirkuit Sepang Malaysia Resmi Kembali Gelar F1 Setelah Vakum 9 Tahun

Kini, Sepang mendapat kesempatan kembali menjadi tuan rumah berkat dukungan pendanaan dari Bahrain.

Awalnya, Bahrain dijadwalkan menggelar seri keempat Formula 1 musim 2026 pada April. Namun, balapan tersebut bersama GP Arab Saudi harus dibatalkan akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Formula 1 sempat mencoba memindahkan GP Bahrain ke 4 Oktober. Sayangnya, rencana itu tidak dapat diwujudkan karena kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah masih belum memungkinkan.

Di tengah situasi tersebut, Malaysia menawarkan Sepang sebagai lokasi pengganti. Demi menjaga jumlah seri dalam kalender tetap sesuai rencana, Formula 1 dan Kerajaan Bahrain akhirnya mencapai kesepakatan.

Bahrain bersedia menanggung sebagian besar biaya penyelenggaraan balapan di Sepang. Sebagai gantinya, seri tersebut tetap menggunakan nama Bahrain, sementara maskapai nasional mereka menjadi sponsor utama.

Karena itulah balapan nanti akan resmi bertajuk “Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia”.

Presiden sekaligus CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyambut positif keputusan tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini menunjukkan kemampuan Formula 1 untuk beradaptasi di tengah situasi yang tidak menentu.

"Kami sangat senang dapat mengonfirmasi bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain pada tahun 2026," ujar Domenicali.

Ia menilai kehadiran kembali Sepang menjadi kabar baik bagi para penggemar. Selain memiliki sejarah panjang di Formula 1, sirkuit tersebut juga dikenal mampu menghadirkan balapan yang menarik dan menantang bagi para pembalap.

Domenicali optimistis kembalinya Sepang akan menghadirkan pengalaman yang berkesan, baik bagi penonton yang hadir langsung di sirkuit maupun mereka yang mengikuti balapan dari rumah.

Masuknya Sepang pada 4 Oktober membuat kalender Formula 1 2026 mengalami sedikit penyesuaian. Balapan di Malaysia akan menjadi bagian dari rangkaian tiga seri beruntun bersama GP Azerbaijan dan GP Singapura.

Meski jadwal baru sudah diumumkan, penyelenggara masih memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.

Pasalnya, dua seri penutup musim di Qatar dan Abu Dhabi masih berpotensi terdampak apabila kondisi belum membaik.

Baca juga: Gantikan Seri Timur Tengah, Malaysia Siap Comeback Jadi Tuan Rumah F1 2026?

Jika kedua balapan tersebut akhirnya tidak bisa digelar, F1 dikabarkan telah menyiapkan rencana cadangan.

Sirkuit Imola di Italia menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan salah satu seri yang batal sehingga jumlah balapan musim 2026 tetap mencapai sedikitnya 22 seri.

Kembalinya Sepang bukan hanya menjadi momen yang dinantikan para penggemar, tetapi juga menunjukkan bagaimana Formula 1 mampu mencari solusi di tengah situasi yang penuh tantangan.

Meski menggunakan nama GP Bahrain, balapan tersebut akan tetap menjadi kesempatan bagi Malaysia untuk kembali masuk dalam kalender balap paling bergengsi di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU