Usai Bentrok di Jalan Tambak Menteng, Gubernur Pramono Anung Ajak Warga Tetap Tenang dan Jaga Jakarta
JAKARTA - Bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, sempat membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran.
Situasi yang memanas bahkan berdampak pada aktivitas belajar mengajar. Sebuah madrasah di sekitar lokasi terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga keselamatan para siswa.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif melalui semangat "Jaga Jakarta".
Ia menekankan pentingnya menahan diri agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
Melansir detik News, Pramono menyampaikan keprihatinannya atas bentrokan yang terjadi.
Baca juga: Pramono Anung Siap Rilis Jakarta Bond, Bikin Infrastruktur Ibu Kota Makin Keren dan Maju
Menurutnya, aksi kekerasan tidak mencerminkan karakter masyarakat Jakarta yang menjunjung tinggi hidup berdampingan secara damai.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam, sedih, berduka dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman," ujar Pramono.
Sebagai tindak lanjut, Pramono menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Selain itu, ia juga meminta keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda agar ketegangan di lapangan dapat segera diredam.
"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ujarnya.
Pramono juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Menurutnya, penyebaran hoaks atau informasi yang menyesatkan dapat memperkeruh keadaan dan memicu konflik semakin meluas.
Selain meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab bentrokan, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berpikir jernih, menghindari tindakan provokatif, serta tidak merusak fasilitas umum.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," kata Pramono.
Ia juga kembali mengajak masyarakat mendukung kampanye "Jaga Jakarta". Menurutnya, menjaga keamanan ibu kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga seluruh warga.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.
Setelah sempat mencekam, kondisi di kawasan Jalan Tambak kini mulai kembali normal. Personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya masih disiagakan di sejumlah titik untuk memastikan situasi tetap aman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pelaku UMKM, sudah kembali berjalan seperti biasa meski pengamanan masih terus dilakukan.
Baca juga: Pramono Anung Imbau Warga Jakarta Stop Tawuran, Fasilitas Olahraga Bakal Disiapkan Pemprov
"Kita sama-sama melihat juga di lokasi ini kegiatan UMKM sudah berjalan dengan normal, aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Masih tetap dilakukan pengamanan dari pihak Polda Metro Jaya termasuk dari Kodam Jaya," ujar Budi Hermanto, dikutip detik News.
Pihak kepolisian juga memastikan kedua kelompok yang sebelumnya terlibat bentrokan telah sepakat berdamai dan menyerahkan proses penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.
Saat ini, penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta memberikan ruang bagi aparat untuk menyelesaikan proses hukum.
Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan keamanan dan ketertiban di Jakarta dapat terus terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik News