Kamis, 23 JULI 2026 • 19:35 WIB

Pemprov DKI Bikin Gebrakan Baru Biar Anak dan Lansia Makin Betah di Jakarta, Apa Itu?

Author

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Hadiri Perayaan Hari Anak Nasional 2026 (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih gimana wajah Jakarta pas udah berubah jadi kota global nanti?

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung mastiin nggak ada satupun warga yang tertinggal dalam proses yang satu ini, termasuk anak-anak dan para lansia.

Lewat berbagai kebijakan baru yang rilis tahun ini, Pemprov DKI Jakarta resmi memperluas akses layanan publik, mulai dari pendidikan gratis, fasilitas ruang publik, perlindungan sosial, layanan kesehatan terpadu, sampai kemudahan transportasi umum.

Langkah tersebut telah direncanakan dengan matang biar vibes kemajuan kota bisa dirasakan langsung sama semua generasi tanpa pandang bulu.

Pramono menegaskan kalau Jakarta yang sekarang lagi level up ini harus tetap nyediain safe space dan akses layanan yang pas dengan kebutuhan dasar warganya.

Baca juga: Pramono Anung Siap Rilis Jakarta Bond, Bikin Infrastruktur Ibu Kota Makin Keren dan Maju

"Pemerintah DKI Jakarta akan terus memastikan Jakarta benar benar menjadi provinsi yang ramah anak. Sejak 2022 Jakarta merupakan salah satu provinsi yang secara konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak," ujar Pramono, dikutip dari detik News.

Akses Pendidikan dan Ruang Aman Anak Makin Luas

Upaya ngebangun Jakarta yang ramah anak diwujudkan lewat jaminan pendidikan dan ruang tumbuh kembang yang suportif.

Pemprov DKI Jakarta terus ngegas komitmennya lewat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Program Pemutihan Ijazah Wajib Belajar 13 Tahun, dan Program Sekolah Swasta Gratis.

Khusus buat tahun ajaran 2026/2027 program Sekolah Swasta Gratis bakal jalan di 103 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB dengan ketersediaan kuota buat 10.109 murid baru.

"Untuk anak anak yang tinggal di Jakarta sebagai kota ramah anak saya berharap manfaatkan kesempatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh," ujar Pramono.

Beliau juga menambahkan kalau Pemprov lagi ngebuka peluang lewat bantuan pendidikan buat para murid yang pengen ngelanjutin studi ke kampus impian.

Nggak cuma itu, fasilitas hangout di luar sekolah juga makin diperhatikan dengan hadirnya 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di berbagai sudut kota yang asik buat rekreasi dan ngumpul bareng keluarga. 

Buat urusan keselamatan, Pemprov DKI nyediain layanan penitipan anak serta Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kalau ada aduan kekerasan, kamu bisa langsung lapor kapan aja lewat Jakarta Siaga 112, telepon WhatsApp, atau mampir langsung ke kantor pelayanannya di Pulogadung, Jakarta Timur.

Tersedia juga program penyuluhan keluarga di 267 kelurahan buat mencegah kekerasan dari lingkup rumah tangga.

Dedikasi keren ini sampai dapat applause dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto.

"Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta karena berbagai kebijakannya benar benar berpihak pada kepentingan terbaik anak serta menciptakan suasana yang mendukung pemenuhan hak anak secara optimal," tutur Kak Seto.

Layanan Terpadu Bikin Lansia Makin Sejahtera

Nggak cuma anak-anak, perhatian ekstra juga dikasih full buat oma opa kita. Saat ini, Jakarta dihuni oleh sekitar 1,16 juta lansia atau setara 10,6% dari total penduduk kota.

Baca juga: Pramono Anung Imbau Warga Jakarta Stop Tawuran, Fasilitas Olahraga Bakal Disiapkan Pemprov

Buat back up perlindungan sosial, Pemprov DKI udah nyalurin Kartu Lansia Jakarta (KLJ) buat 168.497 penerima yang masuk kriteria sampai bulan Juni 2026.

"Beberapa lansia yang keluarganya mampu tentunya mohon maaf belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Namun yang membutuhkan akan kami prioritaskan," kata Pramono.

Di sektor kesehatan, sekarang udah ada Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, dan layanan jemput bola bernama Pasukan Putih.

Warga dengan penyakit kronis di atas usia 18 tahun bisa request tenaga medis buat datang ke rumah via aplikasi JAKI atau kontak darurat 112 dan 119.

Biar para lansia tetap produktif, Pemprov DKI juga bikin 78 Sekolah Lansia yang sekarang sukses narik 2.278 peserta.

Salah satu peserta Senior School Pintar, Rini (65), ngerasa happy sama circle barunya ini.

"Saya bahagia mempunyai teman di Sekolah Lansia jadi bisa belajar dan bertemu teman-teman semua," ungkap Rini, dikutip detik News.

Selaras dengan Rini, Eli Surya ngaku ikutan excited bisa gabung di Sekolah Lansia Kelurahan Cipinang Melayu biar hari-harinya tetap ada rutinitas dan nggak gampang bosan.

Urusan mobilitas jalan-jalan bagi lansia juga dijamin gampang banget berkat fasilitas transportasi umum gratis.

Buat yang punya KTP Jakarta dan usianya 60 tahun ke atas, bebas mau naik Transjakarta, MRT, maupun LRT tanpa bayar sepeser pun. 

Ketua Forum Komunikasi Lanjut Usia Provinsi DKI Jakarta, Maria Ulfani, bener-bener respect sama kemudahan ini plus bantuan ramah dari para petugas di lapangan.

"Pelayanan di rumah sakit dan puskesmas sangat memuaskan. Kami kan gaptek banyak lansia yang kesulitan kalau harus daftar secara online. Namun ketika kami datang ke rumah sakit selalu ada petugas yang membantu" jelas Maria, dikutip detik News.

Menjelang ulang tahun ke-500 DKI Jakarta, Pramono berharap kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan komunitas bisa terus terjalin solid.

"Lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU